Freeport Kirim Emas Batangan Perdana ke Antam Sebanyak 125 Kg
JAKARTA, investortrust.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah melakukan pengiriman perdana emas batangan dari fasilitas precious metal refinery (PMR) smelter PTFI ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam di Pulogadung Jakarta, pekan lalu. Jumlah pengiriman perdana ini sebanyak 125 kilogram, senilai Rp 207 miliar dengan kadar kemurnian 99,99%.
“Pengiriman emas batangan perdana PTFI ke Antam merupakan langkah penting dalam upaya hilirisasi emas di Indonesia sejalan visi pemerintah untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, dikutip Kamis (20/2/2025).
Baca Juga
Bagian Kesepakatan 30 Ton, MIND ID Kirim Perdana Emas Freeport ke Antam
Freeport kini menjadi perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir pertama yang memurnikan lumpur anoda menjadi emas batangan murni. Freeport sendiri telah menandatangani kesepakatan dengan Antam, bakal mengirim 30 ton emas setiap tahunnya. Adapun baik PTFI maupun Antam merupakan anggota holding pertambangan, MIND ID.
Tony menjelaskan, insiden kebakaran yang terjadi di salah satu fasilitas kompleks smelter PTFI pada Oktober 2024 tidak membuat perusahaan berhenti menjalankan komitmen hilirisasi pertambangan.
"PTFI berhasil memproses sekitar 12,56 ton lumpur anoda dari PT Smelting. Dari proses tersebut, dihasilkan emas batangan 189 kg. Dari jumlah itu, 125 kg fine gold purity 99,99%, sementara 64 kg masih akan di-casting ulang agar memenuhi standar fine gold purity," terang dia.
PMR PTFI menjadi salah satu produsen emas murni batangan di Indonesia dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun serta platinum group metals, yaitu 30 kg platinum dan 375 kg paladium.
Baca Juga
Menteri Erick: Smelter Freeport Beroperasi Kembali September 2025
Sementara itu, Direktur Utama Antam Nico Kanter menyampaikan, kolaborasi PTFI dengan Antam merupakan bukti nyata komitmen dalam mengembangkan industri pengolahan mineral di Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global.
“Sinergi PTFI dengan Antam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor pertambangan. Langkah ini sejalan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor dan mendorong produk dalam negeri,” ujar Nico.
Nico menambahkan bahwa sinergi penyerapan emas dari PTFI ini merupakan komitmen Antam memperkuat bisnis emas logam mulia guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi emas.

