Pertamina Bidik Produksi Minyak Domestik Naik Jadi 416 MBOPD pada 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menargetkan, pada 2025 produksi minyak mencapai 416 ribu barel setara minyak per hari (million barrel oil per days/MBOPD) atau tumbuh 4% dan produksi gas sebesar 2.536 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) atau naik 3% dibanding tahun lalu.
“Pada 2025 produksi minyak domestik ditargetkan 416 MBOPD atau naik 4% dan produksi gas domestik sebesar 2.536 MMSCFD atau naik 3 persen dibanding tahun 2024,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Wiko Migantoro saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Baca Juga
Di sektor hulu, lanjut Wiko, sepanjang 2025 Pertamina akan meningkatkan produksi migas melalui program strategis optimalisasi pada aset eksisting baik melalui program enhanced oil recovery (EOR), percepatan produksi dari temuan eksplorasi, khususnya minyak, serta menambah cadangan ekonomis melalui kegiatan organik.
Di sektor pengolahan, lanjut Wiko, Pertamina akan meningkatkan intake kilang menjadi 334 juta barel atau naik 3% dibanding tahun lalu. Program strategis yang dijalankan, antara lain peremajaan kilang, peningkatan yield valuable produk, perolehan bahan baku crude yang kompetitif serta penyelesaian proyek refinery development master plan (RDMP).
Sedangkan di hilir, Pertamina menargetkan distribusi BBM, non-BBM, dan petrokimia sebesar 106 juta KL atau meningkat 1% dibanding 2024. “Pertamina akan terus mengembangkan infrastruktur digital agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran serta mendorong produk non-PSO (public service obligation),” ucap Wiko.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Selama Ramadan-Idulfitri
Melalui subholding integrated marine logistics (IML) Pertamina akan terus meningkatkan jumlah armada kapal untuk meningkatkan volume kargo domestik yang ditargetkan meningkat 2% menjadi 102 juta KL.
Penyaluran gas juga akan ditingkatkan menjadi 958 BBTUD atau meningkat 12% dibanding 2024. Peningkatan ini akan didorong penambahan jaringan gas rumah tangga (jargas) serta peningkatan demand pelanggan eksisting.
Di sisi lain, kapasitas pembangkit listrik dari energi bersih yang dijalankan subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) ditargetkan meningkat 2% menjadi 2.602 megawatt (MW) yang didukung operasional panas bumi dari Lumut Balai 2 serta produksi listrik bersih dari PLTGU Jawa 1.

