Kemenkes Dorong Swasta Ikut Sukseskan Transformasi Kesehatan Hingga Program Quick Win
JAKARTA, Investortust.id -- Pemerintah tengah berupaya menyukseskan agenda transformasi kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak pihak swasta untuk ikut membantu mendukung agenda transformasi kesehatan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Tidak lupa saya menyinggung atau mengingatkan kembali peran kita bersama-sama, pemerintah dan swasta, pelaku usaha, dan seluruh stakeholder untuk terus mendukung agenda transformasi kesehatan yang terdiri dari enam pilar," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia dalam sambutannya di CEO Forum 2025 yang digelar di St Regis, Jakarta, Rabu (19/2/2025)
Adapun enam pilar tersebut meliputi transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan. Kemudian transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, transformasi teknologi kesehatan.
"Kita saat ini terus mengupayakan agar agenda transformasi yang sudah disusun terus ditingkatkan pencapaiannya, dan kita maintain terus agar kita benar-benar dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ucapnya.
Rizka mengungkapkan, salah satu agenda transformasi teknologi kesehatan yang disoroti Kemenkes yakni membangun digitalisasi di semua sektor kesehatan. Upaya tersebut dilakukan agar terwujud sistem kesehatan yang berkelanjutan.
"Karena kita ingin semuanya digital dan ini tentunya akan sangat mengurangi dampak terhadap keberlangsungan bumi kita ini," ujarnya.
Selain mendukung upaya transformasi kesehatan, Kemenkes juga mendorong swasta untuk menyukseskan program quick win pemerintah di bidang kesehatan. Salah satu program quick win yang perlu mendapat dukungan swasta yakni penyelenggaraan cek kesehatan gratis. Layanan kesehatan diberikan kepada seluruh masyarakat mulai dari yang baru lahir hingga kalangan lansia.
"Untuk anak-anak juga ada delapan pemeriksaan. Begitupun untuk dewasa dan lansia terdapat 20 pemeriksaan. Dan ini semua tentunya sangat erat keterkaitannya dengan yang saat ini sedang dibahas, kita butuhkan banyak sekali dukungan peralatan medis, dukungan alat-alat diagnostik, dan juga reagensianya," tuturnya.
Selain itu program quick win lainnya yang perlu mendapat dukungan banyak stakeholder antara lain penanganan tuberkulosis. Menurutnya upaya penurunan tuberkulosis membutuhkan banyak peralatan kesehatan mulai dari screening, diagnosis, sampai pengobatan.
"Untuk screening, diagnosis sampai pengobatan ini juga kita membutuhkan banyak sekali alat-alat kesehatan, terutama untuk IVD dan juga berbagai consumables yang diperlukan," ungkapnya.
Terakhir, pemerintah juga menargetkan akan membangun rumah sakit minimal tipe C di tiap satu kota/kabupaten. Program quick win tersebut juga membutuhkan dukungan banyak pihak.
"Ada sekitar 62 rumah sakit yang akan kita bangun untuk mengejar ketertinggalan pelayanan kesehatan di beberapa daerah. Nah ini juga membutuhkan banyak sekali support baik itu alat-alat kesehatan, medical devices yang sifatnya instrument maupun consumablesnya dan juga obat-obatan," ujarnya. (C-14)

