Kadin Segera Siapkan Prototipe Program ‘Upskilling’ Kompetensi Pekerja Migran untuk Kementerian P2MI
JAKARTA, Investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan membuat semacam prototipe atau model program pelatihan dan sertifikasi yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan pekerja migran sebelum mereka bekerja di luar negeri. Model dan prototipe program upskilling dan sertifikasi pekerja migran ini akan dibuat oleh Kadin Indonesia untuk membantu Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyelesaikan problem klasik pekerja migran nasional dengan tingkat kompetensi dan skill yang masih relatif rendah dibandingkan pekerja migran asal negara lain.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie saat beraudiensi dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di kantor Kementerian P2MI di Jakarta, Senin (17/2/2025).
“Masih ada backlog (placement) sebanyak 1,3 juta pekerja. Bisa bayangkan kalau kita bisa meningkatkan angka (penempatan pekerja/placement) tersebut angkanya bisa lebih tinggi lagi dari sisi remitensi,” kata Anin, demikian sapaan akrabnya. “Kami ingin sekali belajar, bekerja sama, untuk menghasilkan prototipe (model program). Kalau bisa sebelum 17 Agustus (bisa disampaikan),” imbuh Anin.
Dalam kesempatan yang sama Anin menyampaikan pentingnya sistem digital dalam pendataan para pekerja migran untuk memerangi para pekerja migran yang bekerja secara non presedural. Bagi Anin Upskilling dan reskilling sangat penting bagi pekerja, dan Kadin Indonesia sebagai mitra pemerintah siap mendukung program pemerintah.
Baca Juga
Menteri P2MI dan Kadin Sepakat Jalin Perjanjian Soal Pekerja Migran
Nantinya, Kadin Indonesia diharapkan mampu membantu Kementerian P2MI untuk menyiapkan program pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan, hingga pemberian sertifikasi keahlian untuk pekerja migran. Nantinya hasil dari kerja sama Kadin Indonesia dengan Kementerian P2MI, bisa dicetak tenaga kerja migran yang lebih terampil dan profesional, sehingga mereka memiliki peluang kerja dan pendapatan yang lebih baik dan mendapatkan pasar ketenagakerjaan yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, Anin juga menyampaikan bahwa Kadin Indonesia mampu membantu pengadaan proses pendataan pekerja migran secara digital. Pendataan secara digital ini diharapkan mampu memberikan Kementerian P2MI data-data seputar kegiatan dan penempatan pekerja migran secara rinci. Harapannya, akan bisa dientaskan persoalan pekerja migran yang pergi ke luar negeri tanpa terdeteksi, atau yang berangkat secara non prosedural.
“Dari sisi sistem digital atau information technology ini sangat penting sekali. Karena untuk bisa memerangi yang ilegal. Di Kadin, banyak anggota-anggota kami yang mengerti mengenai hal ini dan kami ingin membantu,” kata Anin.
Ke depan, Anin juga berharap Kadin Indonesia bisa diikutsertakan dalam kunjungan-kunjungan ke sejumlah negara agar bisa menggelar CEO Forum dengan para pengusaha negara tuan rumah serta business matching. Harapannya akan terbentuk semacam kerja sama usaha antara pengusaha dan antar negara yang pada ujungnya akan mampu menyerap tenaga kerja-tenaga kerja baru.
Sementara itu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding setuju untuk menjalin kesepakatan dan meneken memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih membelit pekerja migran asal Tanah Air di sejumlah negara.
"Ada banyak hal yang kira-kira tujuan Kadin dan tujuan Kementerian kami ini sama, yaitu kita ingin agar ada satu solusi terhadap upaya penciptaan lapangan kerja," katanya usai menerima audiensi Kadin di kantor Kementerian P2MI/BP2MI, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Selain penciptaan lapangan kerja, secara umum Karding menyebut Kementerian P2MI/BP2MI bersama Kadin juga sepakat dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan terhadap pekerja migran Indonesia.
"Kita ketemu dengan Kadin dan salah satu yang kami dorong agar Kadin berpartisipasi salah satunya adalah di tingkat penyiapan sumber daya manusia yang kita tempatkan di luar negeri," ujarnya.
Karding menjelaskan saat ini data penempatan tenaga kerja luar negeri asal Indonesia didominasi oleh sektor domestic workers yang sebesar 80%. Ia berharap Kadin turut berpartisipasi aktif mendorong agar terjadinya peningkatan kualitas SDM sehingga penempatan tenaga kerja asal Indonesia di luar negeri semakin berkualitas.
"Kita sudah sepakat beberapa hal ke depan dan kita sudah membentuk tim masing-masing membentuk tim untuk segera ada MOU dengan Kadin, paling lambat Agustus sudah ada prototipe yang kita selesaikan dan sudah mulai planning," beber Karding.

