Ekonom: Mobil Listrik Sejatinya Masih Mengeluarkan Emisi Karbon
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Cyrillus Harinowo mengungkapkan elektrifikasi bukan satu-satunya upaya untuk menekan emisi karbon. Ia menjelaskan, ketika akan mengisi daya baterai, pada dasarnya bauran energi dari sumber listriknya 80% masih berasal dari pembangkit listrik yang digerakan oleh bahan bakar fosil atau fossil fuel.
“Berarti mobil listrik itu sebetulnya masih mengeluarkan emisi karbon 87%,” ucap Cyrillus dalam Talkshow: Multipathway yang digelar di Carbon Neutrality (CN) Mobility Event oleh Toyota: Beyond Zero Festival di Gambir Expo, Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga
Pemerintah Bakal Beri Insentif ke Pelaku Industri yang Lakukan Dekarbonisasi
Cyrillus menyebutkan, upaya dekarbonisasi sektor otomotif memang serempak dilakukan secara global. Hanya saja, ia mengatakan, transisi menuju mobil listrik tidaklah mudah, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, sebab infrastruktur pengisian baterai masih terbatas.
“Sementara tuntutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca semakin meningkat,” ungkap Cyrillus.
Namun sebaliknya bagi Indonesia, Cyrillus justru mengatakan kondisi saat ini menyajikan banyak pilihan yang sesuai. Oleh sebab itu, menurutnya, kendaraan yang ramah lingkungan bisa berasal dari berbagai macam jenis atau yang disebut multipathways.
“Saya awalnya tidak aware dan dogmatis sekali, pokoknya mobil listrik adalah mobil yang ramah lingkungan. Namun akhirnya menjadi paham bahwa mobil LCGC bisa menjadi ramah lingkungan dibandingkan mobil listrik yang ada. Begitu pula mobil hybrid dan mobil flexy,” terangnya.

