Upaya TikTok Bertahan di AS, Unduh Langsung dari Situs Resmi
WASHINGTON, investortrust.id - TikTok baru saja mengumumkan bahwa pengguna Android di Amerika Serikat (AS) kini dapat mengunduh aplikasi langsung melalui situs resminya.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (8/2/2025), langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi pembatasan yang diberlakukan setelah undang-undang baru di AS melarang aplikasi tersebut beroperasi jika masih dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance.
Diketahui larangan TikTok di AS berlaku pada 19 Januari 2025, setelah presiden saat itu, Joe Biden menandatangani undang-undang yang mewajibkan ByteDance untuk menjual TikTok dengan alasan keamanan nasional. Namun, Apple dan Google hingga kini belum mengembalikan TikTok ke toko aplikasi mereka.
Baca Juga
TikTok Investasi Pusat Data Rp 61,5 Triliun di Thailand, Indonesia Kapan?
Setelahnya, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda pemberlakuan larangan TikTok selama 75 hari. Ia juga menyatakan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa pihak terkait potensi pembelian TikTok dan akan mengumumkan keputusannya dalam waktu dekat. Saat ini, TikTok memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS, menjadikannya salah satu platform media sosial terbesar di Negeri Paman Sam.
Sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah ini, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk dana investasi negara dalam 1 tahun ke depan. Dana ini disebut-sebut dapat digunakan untuk membeli TikTok dan mengalihkan dari kepemilikan China ke AS.
Pemerintah AS telah lama menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan data pengguna TikTok oleh Pemerintah China. Mereka khawatir ByteDance dapat dipaksa oleh Pemerintah China untuk memberikan akses ke data pengguna Amerika, meski perusahaan berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Namun, di sisi lain, berbagai kelompok advokasi kebebasan berbicara menentang pelarangan TikTok. Mereka menilai undang-undang ini merupakan bentuk sensor dan membatasi hak warga AS untuk mengakses platform komunikasi global.
Baca Juga
Upaya Trump Lego TikTok Ditentukan Sebulan ke Depan, Calon Kuat Pembelinya Oracle
TikTok sendiri bersikeras bahwa klaim Pemerintah AS tidak akurat. Perusahaan menegaskan bahwa sistem rekomendasi konten dan data pengguna Amerika disimpan di server berbasis di AS yang dioperasikan oleh Oracle. Selain itu, keputusan moderasi konten untuk pengguna AS juga dilakukan di dalam negeri, bukan di China.
Meski TikTok berusaha mencari cara untuk tetap bisa digunakan oleh pengguna AS, masa depannya di negara tersebut masih belum pasti.
Dengan Trump yang kini berkuasa dan menunjukkan sikap lebih lunak dibandingkan Biden, ada kemungkinan aplikasi ini tetap bisa beroperasi dengan solusi tertentu, seperti akuisisi oleh perusahaan AS.
Namun, dengan tekanan yang datang dari parlemen AS serta perusahaan teknologi besar, seperti Apple dan Google yang belum mengizinkan aplikasi tersebut kembali ke toko mereka, TikTok mungkin harus menghadapi pertarungan hukum panjang demi mempertahankan operasionalnya di AS. (C-13)

