Upaya Trump Lego TikTok Ditentukan Sebulan ke Depan, Calon Kuat Pembelinya Oracle
FLORIDA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menentukan nasib media sosial asal China TikTok di Negeri Paman Sam dalam 30 hari ke depan atau sebulan. Kabarnya, Trump telah berbicara dengan sejumlah bos perusahaan teknologi, seperti Oracle untuk membeli TikTok di AS.
"Saya telah berbicara dengan banyak orang mengenai TikTok dan ada ketertarikan kepada TikTok," ungkap Trump dilansir dari Reuters, Senin (27/1/2025).
Seperti diketahui, diskusi mengenai nasib TikTok di AS masih berlanjut. Pemerintah Trump disebut sedang merancang rencana untuk melibatkan perusahaan perangkat lunak, Oracle, dan sejumlah investor luar untuk mengelola operasional TikTok di negara mereka.
Baca Juga
Siapa Pembeli TikTok? Trump akan Putuskan dalam 30 Hari ke Depan
Dalam kesepakatan ini, ByteDance, induk usaha TikTok, akan tetap memiliki sebagian saham mereka. Namun, Oracle akan mengawasi pengumpulan data dan pembaruan perangkat lunak. Kedua perusahaan itu diketahui pernah bekerja sama untuk menyimpan data pengguna AS untuk meredam sentimen AS-China.
TikTok berupaya menunjukkan transparansi, dengan menyatakan data pengguna AS disimpan di server Oracle di AS. Selain itu, keputusan moderasi konten juga dilakukan di AS. Namun, hal ini belum cukup meredakan kekhawatiran pemerintah.
Trump mengaku belum membuat keputusan akhir terkait rencana tersebut di tengah banyaknya pihak yang tertarik membeli TikTok. Namun, keputusan itu akan diambil dalam 30 hari. Di sisi lain, Kongres AS telah memberikan batas waktu maksimal 90 hari untuk penyelesaian kasus ini.
Baca Juga
TikTok akan Dibeli Elon Musk atau Larry Ellison? Ini Sinyal dari Trump
Kesepakatan ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran keamanan nasional. TikTok digunakan 170 juta orang Amerika, tetapi menghadapi ancaman larangan sejak Januari lalu jika tidak dijual ByteDance. Pemerintah AS menilai ada risiko data pengguna disalahgunakan oleh Pemerintah China.
Pertemuan antara Oracle dan Gedung Putih telah dilakukan untuk membahas kesepakatan ini. Sementara diskusi lebih lanjut dijadwalkan minggu depan. NPR melaporkan bahwa Oracle tertarik memiliki saham TikTok senilai puluhan miliar dolar, tetapi perincian lainnya masih belum pasti.
Pemerintah AS juga menghadapi tantangan untuk meyakinkan kongres terkait kesepakatan ini. Meskipun larangan TikTok telah memicu penolakan dari para pendukung kebebasan berbicara, pemerintah tetap fokus pada pengamanan data dan mengurangi potensi pengaruh asing. (C-13)

