TikTok Investasi Pusat Data Rp 61,5 Triliun di Thailand, Indonesia Kapan?
BANGKOK, investortrust.id - Dewan Investasi Thailand (BOI) telah menyetujui proposal raksasa teknologi China, TikTok untuk membangun pusat data (data center) senilai 127 miliar baht (sekitar Rp 61,5 triliun). Investasi yang dilakukan unit TikTok di Singapura ini akan beroperasi pada 2026.
Dikutip Reuters, Kamis (30/1/2025), Thailand telah menjadi lokasi favorit pusat data yang didirikan perusahaan teknologi besar. Para analis menyatakan bahwa Thailand memiliki pasokan listrik lebih baik dan jaringan listrik stabil dibandingkan negara tetangganya.
Baca Juga
Upaya Trump Lego TikTok Ditentukan Sebulan ke Depan, Calon Kuat Pembelinya Oracle
Sebelumnya, Amazon Web Services mengumumkan investasi sebesar US$ 5 miliar (sekitar Rp 80,85 triliun) selama 15 tahun pada 2023. Sementara tahun lalu, Google menyatakan akan menginvestasikan US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,17 triliun) untuk pusat data di provinsi Chon Buri.
Microsoft juga mengumumkan rencana untuk membuka pusat data regional pertamanya di Thailand, yang menunjukkan upaya pemerintah Thailand dalam menarik perusahaan teknologi besar dalam beberapa tahun terakhir.
Meski belum ada konfirmasi dari TikTok terkait rencana tersebut, Sekretaris Jenderal BOI Narit Therdsteerasukdi menyatakan bahwa investasi TikTok merupakan langkah signifikan untuk menjadi pusat inovasi digital di ASEAN. "Investasi ini membawa Thailand lebih dekat mencapai tujuan menjadi pusat digital dan AI regional," terang Narit.
Baca Juga
Saat ini, TikTok belum memiliki pusat data di Indonesia. Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah mengkaji aturan untuk memaksa TikTok membuat pusat data di Indonesia. Adapun TikTok baru memiliki pusat data di Singapura dan Malaysia.
Sementara itu, TikTok hanya melakukan investasi sebesar Rp 197,27 miliar untuk membantu 120.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di di Indonesia beralih ke bisnis daring dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Investasi tersebut mencakup dana hibah tunai, pelatihan keterampilan digital, dan kredit iklan untuk UMKM, termasuk bisnis mikro dan wilayah pedesaan dan pinggiran kota. (C-13)

