Fokus Kembangkan AI, Meta PHK Global Mulai Minggu Depan
NEW YORK, investortrust.id - Meta Platforms Inc, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, akan melaksanakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) global pekan depan. Langkah ini merupakan strategi efisiensi perusahaan, sambil tetap mempercepat rekrutmen insinyur pembelajaran mesin (machine learning) untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Berdasarkan memo internal yang diperoleh Reuters, karyawan yang terdampak mulai menerima pemberitahuan mulai Senin (10/2/2025) depan pukul 05.00 waktu setempat di sebagian besar negara, termasuk Amerika Serikat. Namun, beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Belanda akan dikecualikan karena regulasi ketenagakerjaan yang ketat. Sementara itu, karyawan di lebih selusin negara lain di Eropa, Asia, dan Afrika akan menerima pemberitahuan antara 11 hingga 18 Februari 2025.
Baca Juga
DeepSeek Kejutkan Dunia, Meta Yakin China Tak Akan Geser Dominasi AS di Pasar AI
Seorang juru bicara Meta menolak memberikan komentar terkait kebijakan ini. Namun, dalam memo yang ditulis oleh Kepala SDM Meta Janelle Gale, PHK kali ini disebut sebagai bagian dari pemutusan kerja berdasarkan kinerja.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (8/2/2025), hal ini selaras dengan rencana perusahaan yang sebelumnya telah diumumkan pada Januari 2025, yaitu memangkas sekitar 5% karyawan dengan kinerja terendah. Beberapa posisi yang dikosongkan akibat PHK ini juga akan diisi kembali sesuai kebutuhan bisnis.
Tidak seperti PHK besar-besaran Meta pada 2022 dan 2023, kali ini perusahaan tidak akan menutup kantor pada hari pengumuman. Meta juga tidak akan memberikan informasi tambahan terkait keputusan PHK ini di luar pemberitahuan yang dikirimkan langsung kepada karyawan.
Fokus di AI
Dalam memo terpisah yang ditulis oleh VP Engineering for Monetization Peng Fan, karyawan Meta diminta membantu mempercepat proses perekrutan machine learning dan posisi teknik lain yang dianggap krusial bagi bisnis perusahaan.
Rekrutmen ini akan berlangsung antara 11 Februari hingga 13 Maret 2025, sejalan prioritas Meta dalam memperkuat teknologi kecerdasan buatan dan monetisasi platform digital untuk tahun mendatang.
Baca Juga
Meta akan Gelontorkan Dana Rp 1.020 Triliun di 2025 demi Kembangkan AI
“Terima kasih atas dukungan Anda dalam membantu kami mencapai target perekrutan yang dipercepat dan menyelaraskan dengan prioritas perusahaan untuk 2025,” tulis Peng Fan dalam memo tersebut.
Langkah PHK ini sejalan dengan strategi jangka panjang Meta yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan bisnisnya.
Sejak 2023, CEO Meta Mark Zuckerberg menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada pengembangan AI generatif, otomatisasi iklan, dan efisiensi operasional. Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, Meta melaporkan pendapatan sebesar US$ 40,1 miliar dengan laba bersih mencapai US$ 11,6 miliar, menunjukkan pertumbuhan kuat meski ada pemangkasan biaya operasional. Namun, seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Meta juga menghadapi tekanan dari investor untuk meningkatkan profitabilitas dengan memangkas pengeluaran tidak efisien.
Keputusan untuk tetap merekrut talenta di bidang AI dan teknik menunjukkan bahwa Meta melihat AI sebagai inti dari pertumbuhan bisnisnya di masa depan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi iklan digital, pengembangan metaverse, serta pengalaman pengguna di platform Meta.
Dengan kebijakan ini, Meta berusaha menyeimbangkan efisiensi operasional dengan investasi teknologi masa depan, sembari tetap mempertahankan daya saing di tengah persaingan. (C-13)

