Data Pengangguran AS Paksa Rupiah Dibuka Melemah Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah dalam perdagangan Jumat (7/2/2025) pagi.
Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah 5 poin (0,03%) ke level Rp 16.329 per dolar AS.
Baca Juga
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, pelemahan rupiah dipicu faktor global, yakni klaim pengangguran awal AS naik sebesar 11.000 menjadi 219.000 pada minggu yang berakhir 25 Januari. Pencaaian ini di atas ekspektasi pasar sebesar 213.000. "Sementara itu, klaim berulang naik sebesar 26.000 menjadi 1.886.000 pada minggu sebelumnya, di atas ekspektasi pasar sebesar 1.870.000," kata dia di Jakarta, Jumat.
Adapun imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mencapai 4,43%, bertahan pada level terendah sejak pertengahan Desember 2024 karena prospek kebijakan moneter.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox Business bahwa pemerintahan Donald Trump memprioritaskan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun daripada suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam upaya untuk menurunkan biaya pinjaman.
"Bessent juga mengklarifikasi Presiden Trump tidak menekan The Fed untuk memangkas suku bunga, meskipun ia menyampaikan pernyataannya di Davos bulan lalu," ungkap Jumat (7/2/2025).
Baca Juga
Mengenai kebijakan tarif, Bessent menyatakan, AS bermaksud memulihkan manufaktur.
Sementara dalam pertemuan kebijakan pertamanya tahun ini, The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil dan menekankan perlunya memantau inflasi sebelum melakukan pelonggaran. "Pasar saat ini mengantisipasi dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada 2025," tutup Andry.

