Instagram Kenalkan Aplikasi Tandingan TikTok dan CapCut
WASHINGTON, investortrust.id - Instagram memperkenalkan aplikasi edit video bernama Edits berbarengan dengan pelarangan TikTok dan CapCut di Amerika Serikat (AS), meski larangan itu kemudian dicabut. Aplikasi tandingan itu akan tersedia secara bertahap di sejumlah negara pada Februari atau Maret mendatang.
Kepala Instagram, Adam Mosseri mengumumkan kabar ini, Senin (20/1/2025), bersamaan dengan larangan resmi terhadap TikTok dan CapCut. Dalam pernyataannya, dia menegaskan bahwa Meta, selaku induk perusahaan, menyediakan alat kreatif terbaik bagi para kreator, tidak hanya di Instagram, tetapi juga di platform lainnya.
Baca Juga
Aplikasi Edits dirancang untuk pengguna yang ingin membuat video pendek langsung dari perangkat ponsel. Menurut deskripsi di Apple App Store, Edits akan memungkinkan pengguna membuat dan mengedit video hingga durasi 10 menit dengan resolusi 1080p, membagikan video langsung ke Instagram, memantau analitik Reels di Instagram, dan memanfaatkan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Menurut Mosseri, versi pertama aplikasi ini belum sepenuhnya lengkap, tetapi akan terus diperbarui di masa depan. Saat ini, Edits hanya tersedia untuk pre-order gratis di App Store, dengan peluncuran di Google Play Store menyusul.
TikTok dan CapCut yang dimiliki ByteDance dilarang di AS pada Minggu (19/1/2025). Larangan ini terjadi setelah pemerintah AS di bawah undang-undang yang ditandatangani Presiden Joe Biden mewajibkan ByteDance melepaskan kepemilikannya atas platform tersebut.
Namun, ByteDance gagal mematuhi batas waktu hingga 19 Januari, sehingga TikTok, CapCut, dan beberapa aplikasi lain dilarang. Dengan pelarangan tersebut, Instagram memiliki peluang besar memperluas pengaruhnya di pasar kreator video pendek. Edits diharapkan menjadi alternatif utama bagi pengguna yang mencari alat pengeditan video praktis dan canggih.
Baca Juga
Trump Pertimbangkan Perpanjang Waktu TikTok 90 Hari untuk Hindari Larangan di AS
“Tujuan kami adalah menciptakan alat kreatif yang menarik bagi siapa saja yang membuat video,” kata Mosseri dalam pengumuman resminya.
Meskipun pelarangan TikTok sempat ditunda setelah Presiden terpilih Donald Trump menyatakan dukungannya untuk mengembalikan akses TikTok di AS, aplikasi lain seperti CapCut dan Lemon8 tetap tidak tersedia hingga Minggu sore.
Langkah ini menunjukkan ambisi Meta untuk mendominasi ruang kreator video pendek dengan memanfaatkan celah di pasar yang ditinggalkan ByteDance.
Pelarangan TikTok itu sendiri akhirnya dicabut setelah Presiden terpilih Donald Trump menyatakan dukungannya untuk mengembalikan akses TikTok di AS.
TikTok mulai memulihkan layanannya di AS setelah Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan akan mengembalikan akses aplikasi tersebut, Senin (20/1/2025), atau saat dirinya resmi kembali menjabat, dengan syarat perusahaan AS akan memiliki 50% kepemilikan TikTok dalam usaha patungan. (C-13)

