ESDM: Transisi ke EBT Bertahap, Batu Bara Masih Jadi Sumber Energi Kompetitif
JAKARTA, investortrust.id - Tenaga Ahli Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha meyakini, Indonesia mampu beralih dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT), sehingga memenuhi target emisi karbon yang ditetapkan. Namun, pelaksanaannya bertahap dengan tetap mencampur sumber energi fosil dan nonfosil.
Menurut dia, proses transisi energi dilakukan berdasarkan batas kemampuan nasional dan merujuk pada standar yang diterapkan negara-negara maju. "Transisi energi harus bertahap. Kita beralih ke EBT, tetapi batu bara masih menjadi sumber energi kompetitif dan murah," kata Hangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/1/2025) dilansir Antara.
Baca Juga
Pemerintah Bidik EBT Sumbang 79% Kelistrikan, Ini Energi yang Bakal Digenjot
Dia mengatakan, untuk menjaga konsistensi penurunan emisi karbon pada PLTU batu bara, perlu dilakukan co-firing (pencampuran) dengan biomassa. "Ke depan dengan teknologi penyimpanan karbon CCS (carbon capture and storage) dan CCUS (carbon capture utilization and storage)," kata dia.
Hangga mengatakan, hingga 2040, lebih 100 gigawatt (GW) kapasitas energi akan dibangun. Dari jumlah itu, 75% berasal dari energi terbarukan, 5 GW nuklir, dan 20 GW dari gas.
Mantan analis komersialisasi minyak dan gas bumi SKK Migas itu berharap dengan adanya Keppres Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, bisa meningkatkan investasi, hilirisasi, dan pemicu pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.
Baca Juga
Bahlil "Pede" Kejar Target Bauran EBT Setelah Peresmian 26 Pembangkit Listrik
"Indonesia harus bisa beralih dari bahan bakar fosil ke EBT untuk mencapai target Paris Agreement 2030 dan NZE (net zero emission) pada 2060. Coal phase down menjadi penting, tetapi harus ada solusi," tegasnya.
Menurut Hangga, PLTU akan dipensiunkan, tetapi harus ada penggantinya. Sumber energi yang bisa menjadi base load murah dan dapat diakses masyarakat adalah co-firing dengan biomassa, gas, dan EBT.
"Menteri ESDM sudah mengeluarkan kepmen tentang B40 (biodiesel) dan kami berharap kepmen tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Tahun depan, targetnya meningkat ke B50 dan seterusnya sampai B100," ujarnya.

