Perkuat Ekosistem AI, Alibaba Cloud Tawarkan Solusi Canggih untuk Pasar Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Alibaba Cloud memperkenalkan berbagai inisiatif baru untuk mendukung pengembang dalam menciptakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara global. Langkah ini sekaligus memberikan peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar teknologi Indonesia.
Dalam acara Alibaba Cloud Developer Summit 2025 yang bertajuk AI FORWARD di Jakarta, Selasa (21/1/2025), perusahaan juga meluncurkan large language models (LLM) terbaru dalam keluarga Qwen, termasuk seri Qwen2.5 dengan ukuran parameter mulai dari 7 miliar hingga 72 miliar.
Parameter dalam large language models (LLM) adalah bobot atau nilai numerik yang digunakan untuk mengatur hubungan dan kekuatan antar node dalam jaringan saraf model. Parameter ini adalah elemen kunci yang memungkinkan model memahami pola dalam data dan menghasilkan respons berdasarkan pelatihan. Sekadar catatan saja, semakin banyak parameter maka semakin besar kapasitas model untuk mempelajari pola kompleks, plus membutuhkan lebih banyak data, daya komputasi, dan waktu pelatihan.
Large Language Model (LLM) sendiri merupakan jenis model pembelajaran mesin berbasis jaringan saraf yang dirancang untuk memahami, menghasilkan, dan memproses bahasa alami (natural language).
Model ini tersedia bagi pengembang melalui API di Model Studio, platform pengembangan AI generatif dari Alibaba Cloud. Dengan dukungan tersebut, Alibaba Cloud optimistis dapat memenuhi kebutuhan pelaku industri di Tanah Air.
Regional Solution Director Principal Solution Architect Alibaba Cloud, Rocky Liu, mengatakan peluang besar Indonesia dalam pemanfaatan AI untuk kemajuan transformasi digital di berbagai sektor sangat terbuka,
Baca Juga
Gara-gara AI, Permintaan Penyimpanan Cloud Diramal Meroket 100%
"Negara-negara di ASEAN adalah pasar yang sangat penting bagi Alibaba Cloud. Indonesia menjadi salah salah satunya, itu potensi besar yang ada dalam strategi kami, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat di ASEAN," kata Rocky dalam diskusi bersama awak media.
Sejalan dengan pernyataan Rocky, Lead Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia, Ananda Budi Prasetya menyebut permintaan pasar atas teknologi cloud cukup berkembang pesat.
"Di Indonesia demand market-nya cukup tinggi. Dan seperti kita ketahui, penetrasi internetnya cukup tinggi, banyak bisnis di Indonesia membutuhkan digitalisasi," kata Ananda.
"Salah satu cara agar mereka cepat mengadopsi dan berinovasi adalah dengan mengadopsi teknologi cloud, itu kenapa demand-nya cukupnya tinggi, khususnya di AI," sambungnya.
Pada kesempatan itu Alibaba Cloud juga memperkenalkan Enterprise Elastic Compute Service (ECS) Generasi ke-9, yang akan tersedia April 2025.
Generasi terbaru ini menawarkan peningkatan efisiensi komputasi hingga 20% dan kinerja jaringan yang lebih cepat hingga 50%. Layanan ini ideal untuk perusahaan Indonesia yang membutuhkan infrastruktur cloud dengan kinerja tinggi.
Perusahaan yang berbasis di China itu juga memperkenalkan program GenAI Empowerment untuk mendorong inovasi di kalangan pengembang dan startup global, termasuk Indonesia. Program ini menawarkan kredit cloud gratis, pelatihan, dan peluang kolaborasi pemasaran untuk mempercepat pengembangan aplikasi AI generatif.

