Gara-gara AI, Permintaan Penyimpanan Cloud Diramal Meroket 100%
JAKARTA, investortrust.id - Hasil survei global terbaru Recon Analytics yang didukung Seagate membuktikan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diprediksi akan memicu lonjakan permintaan penyimpanan data, terutama berbasis cloud. Survei ini melibatkan para pemimpin bisnis dari 15 sektor industri di 10 negara.
Pendiri dan analis utama Recon Analytics Roger Entner mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa 61% perusahaan yang menjadikan cloud sebagai media penyimpanan utama memperkirakan, penyimpanan cloud akan meningkat lebih 100% dalam 3 tahun mendatang. "Hal ini didorong peningkatan volume data yang dihasilkan aplikasi berbasis AI," kata dia dikutip, Senin (20/1/2025).
Baca Juga
Hadirkan Akses Internet Bekualitas, Telkom Infrastruktur Gandeng MyRepublic
Seagate menyebutkan berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), 89% data yang disimpan penyedia layanan cloud terkemuka menggunakan hard disk. "Dengan efisiensi biaya per terabyte, hard disk menjadi solusi utama untuk penyimpanan data dalam skala besar," kata dia.
Survei Recon Analytics juga mengungkapkan, 72% responden sudah menggunakan teknologi AI dalam bisnis mereka, sementara 90% perusahaan percaya menyimpan data dalam jangka waktu lebih lama meningkatkan kualitas hasil AI. Sementara 88% responden menganggap AI yang terpercaya membutuhkan penyimpanan data lebih besar dan lama untuk memastikan hasil optimal.
“Peningkatan akurasi hasil AI bergantung pada integritas data. Dengan kebutuhan penyimpanan data yang terus bertambah, cloud menjadi solusi yang relevan,” ujar dia.
Baca Juga
Menkomdigi Ajak Operator Seluler Perkuat Jaringan Internet di Daerah
Lebih lanjut, keamanan data menjadi komponen terpenting dalam infrastruktur AI, disusul penyimpanan, manajemen data, dan kapasitas jaringan. Dengan adopsi AI yang terus meningkat, penyimpanan data berbasis cloud menjadi elemen penting untuk mendukung inovasi.
Di Indonesia, penggunaan layanan penyimpanan cloud juga terus meningkat. Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sekitar 65% perusahaan di Indonesia telah mengadopsi penyimpanan cloud untuk mendukung operasional. Dengan adopsi AI yang semakin meluas, angka ini diprediksi akan naik tajam. Hal ini seiring percepatan transformasi digital yang menjadi program dari Presiden Prabowo Subianto. (C-13)

