Bahlil Bocorkan 7 Subsektor Industri Tetap Dapat Manfaat Gas Murah (HGBT), Termasuk Petrokimia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membocorkan sebanyak tujuh subsektor industri masih akan menerima manfaat harga gas bumi tertentu (HGBT) alias gas murah. Kebijakan tersebut dipastikan berlanjut tahun 2025.
Sebagai informasi, tujuh subsektor industri yang mendapatkan manfaat HGBT tahun lalu adalah industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Ketujuh subsektor industri tersebut bisa mendapatkan gas di bawah harga pasar, yakni senilai US$ 6 per MMBTU.
Baca Juga
“Sekarang kalau dari tujuh (subsektor industri) itu rasanya hampir bisa dapat dipastikan untuk dilanjutkan,” kata Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Kamis (16/1/2025).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat Rabu (15/1/2025) untuk membahas kelanjutan program HGBT ini. Program HGBT ini bertujuan agar sektor industri bisa kompetitif dengan bantuan subsidi yang diberikan.
“HGBT kan filosofinya adalah bagaimana proses nilai tambahnya ada di dalam negeri. Jadi gas dijadikan sebagai bahan baku substitusi impor. Agar industri itu bisa kompetitif, maka diberikan HGBT,” ucap Bahlil.
Baca Juga
Soal Kelanjutan Harga Gas Murah (HGBT), ESDM Masih Hitung Harga Hulu dan 'Toll Fee'
Kendati demikian, Bahlil tidak memungkiri bahwa ada usulan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperluas subsektor industri yang menerima manfaat HGBT tersebut. Hal ini sedang dikaji pemerintah.
Bahlil memaparkan, implementasi program HGBT selama periode 2021-2024 membuat pendapatan negara terkonversi sebesar Rp 67 triliun. Oleh karena itu, dia ingin penyaluran HGBT ini tidak dilakukan sembarangan.
“Jadi jangan sampai semua gas kita kasih ke HGBT, negara gak dapat pendapatan. Jadi kita hitung betul. Siapa harus kita kasih, tapi dia harus industri yang menciptakan lapangan pekerjaan, terus gas itu menjadi bahan baku, terus dia harus mengkonversi ke PPN atau PPH. Ini yang kita lagi hitung,” beber dia.

