LRT Jabodebek Klaim Lonjakan Pendaptan 488% Tahun 2024, Cek Faktanya
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek mencatatkan lonjakan pendapatan sepanjang 2024 sebanyak 488%, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Namun nilai perolehannnya tak diungkap.
''Sedangkan rata-rata harian transaksi harian sepanjang 2024 melesat 103%, dibandingkan tahun 2023,'' kata Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi saat dihubungi investortrust.id, Kamis (16/1/2025).
Sebagai informasi, total pengguna LRT Jabodebek telah mencapai 21.055.870 orang sepanjang 2024. Rekor pengguna terbanyak terjadi pada 26 November 2024, yakni sebanyak 94.172 orang.
Baca Juga
LRT Jabodetabek Akan Berlakukan Kartu Kredit sebagai Alat Pembayaran
Adapun biaya perjalanan dari Stasiun Jatimulya - Dukuh Atas dan Stasiun Harjamukti - Dukuh Atas adalah Rp 20.000 untuk sekali perjalanan di hari sibuk kerja, dan Rp 10.000 untuk sekali perjalanan di akhir pekan serta hari libur nasional.
''Pengguna LRT Jabodebek dapat melakukan pembayaran menggunakan berbagai jenis kartu, seperti Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik dari bank seperti e-Money, Tapcash, Flazz, Brizzi, dan JakCard,'' tambah Purnomosidi.
Selain itu, lanjut Purnomosidi, pengguna yang lebih menyukai pembayaran digital juga dapat menggunakan aplikasi Access by KAI dan LinkAja.
"Kami memahami bahwa setiap pengguna memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda. Oleh karena itu, kami menyediakan berbagai opsi pembayaran untuk memastikan beragam pengguna dapat menikmati perjalanan dengan mudah dan tanpa hambatan," ujar dia.
Baca Juga
Ia juga mengingatkan kepada para pengguna layanan LRT Jabodebek untuk menyiapkan saldo minimum sekitar Rp 10.000.
''Sedangkan pengguna aplikasi LinkAja diharapkan memastikan saldo minimum sebesar Rp 20.000 untuk dapat melakukan pembayaran perjalanan LRT Jabodebek dengan lancar,'' imbuh Purnomosidi.
Menurut Purnomosidi, sebanyak 96% pengguna LRT Jabodebek memilih menggunakan KMT dan kartu uang elektronik sebagai metode pembayaran utama mereka di sepanjang tahun 2024.
Sementara itu, lanjutnya, pembayaran digital melalui aplikasi seperti Access by KAI dan LinkAja mencatatkan kontribusi sebesar 4%. "Keberagaman pilihan pembayaran adalah salah satu upaya kami untuk memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi semua pengguna LRT Jabodebek,'' tutup Purnomosidi.

