Anindya Bakrie Pastikan Kadin Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie memastikan kesiapan Kadin Indonesia mendukung dan berpartisipasi dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Kadin Indonesia di seluruh daerah siap membantu menyukseskan program makan bergizi. Salah satu upayanya adalah dengan membangun dapur makan bergizi gratis yang hingga saat ini baru terdapat 500 dari target 11.000 dapur umum yang akan digunakan untuk melaksanakan program tersebut.
Baca Juga
Kumpulkan 96 WKU, Ketum Kadin Anindya Bahas Soal Makan Bergizi Gratis hingga Investasi
“Dan tadi ada masukan juga dari teman-teman Kadin Institute yang mengatakan sudah bisa dapat semacam tutorial bagaimana membuat dapur, katanya 800 meter persegi, harganya Rp 2-3 miliaran, dan lain-lain,” ungkap Anindya saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2025).
Ketum Kadin Anindya menjelaskan, dalam melaksanakan program MBG tersebut, pihaknya pun melakukan studi banding terlebih dahulu dari yang sudah dan belum berjalan. Dengan demikian, program ini bisa langsung diterapkan oleh Kadin yang ada di daerah-daerah.
“Sehingga kita bisa menskalakan dengan teman-teman Kadin di daerah. Dan jumlah kebutuhan baik sayur, daging, maupun juga telur misalnya, ini kan juga beras, tidak sedikit (jumlahnya),” terang Anindya.
Selain itu, Anindya menilai pelaksanaan program ini tidak hanya akan berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga bisa melibatkan berbagai sektor lainnya. Anindya Bakrie berharap Kadin Indonesia bisa langsung terjun untuk berpatisipasi membantu melaksanakan makan bergizi gratis.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya: RI Harus Siasati Hubungan dengan AS di tengah Keanggotaan BRICS
“Karena ini aspeknya bukan hanya proses pertanian, proses supply chain, proses pendanaan, tetapi intinya kita berharap di bulan Maret, Kadin sudah bisa berpartisipasi. Tentu sekali lagi, ini fokusnya kepada teman-teman di Kadin provinsi, dan pengusaha-pengusaha di daerah, bukan untuk pengusaha besar di Jakarta,” paparnya.

