Bertemu Menteri Trenggono, Kadin Siap Dukung KKP Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk berkolaborasi bersama menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan salah satu program quick wins yang digencarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mewakili Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto menyebutkan Kadin memiliki setidaknya 100.000 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air, sehingga program yang akan dilakukan oleh pemerintah sejatinya bisa dikolaborasikan dengan Kadin.
“Karena kita sudah ada dari kabupaten sama provinsi, nanti kita jajaki di mana Kadin bisa ikut, karena yang diharapkan sekarang yang konkret, tapi yang bisa direplika di mana saja, dan daerah juga dapat manfaatnya dari program ini,” ucapnya di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga
Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Terlibat Program Makan Bergizi Gratis
Terkait dukungan untuk makan bergizi gratis, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, Indonesia merupakan negara maritim. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan protein, khususnya yang berasal dari kandungan ikan seharusnya bisa dipenuhi untuk program tersebut.
Menteri Trenggono pun menjelaskan untuk merealisasikan makan bergizi gratis, pihaknya akan membangun kawasan budidaya yang terletak di kawasan Pantura. Oleh sebab itu, ia mendorong keterlibatan Kadin Indonesia untuk mendukung program-program pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.
“Tadi kan makan bergizi gratis, kita sudah sampaikan juga dari seluruh item-item protein, itu kan ada protein hewani, telur, dan sebagainya, ikan, maka ikan itu punya ingredient protein yang cukup baik. Dan itu salah satunya kita karena negara maritim, dan kita juga akan membangun kawasan budidaya di Pantura,” terang Trenggono.
Sebelumnya, Trenggono menjelaskan pertemuannya dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie membahas sejumlah hal, di antaranya mengenai ruang laut yang di dalamnya terdapat karbon, pariwisata laut, lalu soal penanggapan ikan terukur, dan juga budidaya.
"Dan kita ingin mengembangkan perikanan budidaya menjadi satu kekuatan kita di masa yang akan datang. Itu yang kita tawarkan kepada Kadin, untuk kemudian kita bisa bekerjasama untuk membangun sektor budidaya," ungkapnya.
Konsumsi Ikan per Kapita
Badan Pusat Statistik (BPS) membagi konsumsi ikan ke dalam dua kategori, yaitu konsumsi protein dari ikan dan konsumsi kalori dari ikan. Pada 2020, konsumsi kalori dan protein per kapita dari ikan berada di angka 49,89 kkal dan 8,43 kilo kalori (kkal).
Memasuki 2021, konsumsi ikan masih mengalami peningkatan, untuk konsumsi kalori per kapita dari ikan meningkat ke angka 51,84 kkal dan konsumsi protein per kapita dari ikan meningkat ke angka 8,74 kkal. Selanjutnya pada 2022, konsumsi kalori dan protein per kapita dari ikan kembali naik menjadi 53,10 kkal dan 9,58 kkal.
Pada 2023, ikan masih menjadi salah satu pilihan sumber protein di kalangan masyarakat, konsumsinya menunjukkan tren peningkatan. Konsumsi kalori per kapita dari ikan naik ke angka 55,77 kkal dan konsumsi protein per kapita dari ikan naik ke angka 10,06 kkal.
Pada 2024, konsumsi ikan per kapita di Indonesia mengalami sedikit penurunan, untuk konsumsi kalori per kapita dari ikan turun menjadi 51,90 kkal dan konsumsi protein per kapita dari ikan turun ke angka 9,38 kka.
Data BPS menunjukkan, ekspor perikanan pada 2024 mencapai US$ 5,95 miliar. Hingga kuartal III-2024, sektor perikanan berkontriobusi 2,25 % terhadap produk domestik bruto (PDB). Itu merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Pada periode yang sama empat tahun sebelumnya, kontribusi perikanan terhadap PDB masing-masing mencapai 1,50% (tahun 2020), minus 3,25% (2021), 0,19% (2022), minus 2,68% (2023). Sedangkan kontribusi subsektor perikanan terhadap PDB nasional mencapai 2,54%.
Kesepakatan Kadin dan KKP:
1. Kadin ikut memperkuat peran sektor perikanan untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8%.
2. Sektor perikanan menjadi andalan untuk menyukseskan program MBG.
3. Perlu pertemuan rutin antara anggota Kadin yang hendak mengembangkan bisnis perikanan dengan Menteri dan para Dirjen Kementerian KKP.
4. Kadin segera membuat pilot project di sektor perikanan untuk menyukseskan program MBG.
5. Peluang bisnis tidak hanya terbatas pada bisnis penangkapan ikan di laut, tapi juga perikanan budidaya (udang, tilapia, lobster, rumput laut, dan kepiting, hingga konservasi laut untuk carbon credit).
Kebijakan KKP:
1. Memperluas kawasan konservasi laut.
2. Penangkapan ikan terukur berbasis kuota.
3. Pengembangan ikan budidaya di laut, pesisir, da darat yang berkelanjutan.
4. Pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
5. Pembersihan sampah plastik di luat melalui gerakan partisipasi nelayan.
Komoditas Champion Perikanan Budidaya:
1. Udang.
2. Tilapia.
3. Lobster.
4. Rumput laut.
5. Kepiting.

