Ketum Kadin Anindya: RI Harus Siasati Hubungan dengan AS di tengah Keanggotaan BRICS
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan bergabungnya Indonesia dengan BRICS akan membuka akses pasar baru. Namun ia berharap pemerintah tetap dapat menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, sehingga memperluas pasar sekaligus memperkuat perekonomian.
Disampaikan Anindya, secara prinsip Indonesia adalah negara non blok. Sehingga mempunyai hak yang sama untuk mengakses pasar-pasar yang baru, dan menjadi negara yang maju dan berkembang.
"Saya rasa tinggal bagaimana menjelaskannya. Karena Indonesia juga mesti maju, mesti berkembang, dan kita tidak berpolitik kecuali ingin memperluas dan memperkuat perekonomian kita," papar Anindya.
Baca Juga
Ia menyebut pentingnya memperluas pasar produk lokal ke pasar India, Afrika Selatan, dan Brasil sebagai pangsa pasar yang besar, dan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang besar bagi Indonesia. Kendati demikian, ia juga tak menampik potensi yang juga besar perdagangan RI dengan Amerika Serikat, kendati telah bergabung dengan BRICS.
"Memang (BRICS) ini pangsanya besar, dan juga penduduknya, dan juga ukuran daripada ekonominya sendiri. Jadi saya rasa itu baik. Tentu akan ada komen tertentu, terutama dari Amerika, yang mesti disiasati," tutur Anindya.

