Bukit Asam (PTBA) Genjot Hilirisasi Batu Bara lewat Energi Alternatif Multiguna Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi berkelanjutan melalui program hilirisasi batu bara. Salah satu produk andalan yang kini dikembangkan secara serius adalah briket batu bara, bahan bakar alternatif yang ekonomis, efisien, dan ramah lingkungan.
PTBA saat ini mengoperasikan dua pabrik briket utama, yaitu di Tanjung Enim (Sumatera Selatan) dan Natar (Lampung) dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 ton per tahun. Produk unggulan “Briket Super” yang dihasilkan melalui proses karbonisasi untuk meningkatkan kalori batu bara menjadi 5.300–5.800 kcal/kg (GAR), menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, UMKM, industri kuliner, hingga sektor peternakan dan pertanian.
Baca Juga
Aksi Nyata Bukit Asam (PTBA) di HLHS 2025, dari Susur Sungai hingga 'Workshop' Kreatif
“Briket Super ini mudah terbakar, tidak berasap, dan tidak mengubah rasa masakan. Sangat cocok bagi usaha boga dan rumah tangga,” ujar Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA.
Selain itu, dia mengatakan, briket batu bara PTBA didukung sejumlah keunggulan, seperti hemat dan efisien, menghasilkan panas tinggi tanpa jelaga. Ramah lingkungan, bebas asap, bau, dan aman bagi manusia maupun hewan. Multifungsi, cocok untuk memasak, pengeringan hasil pertanian, pemanas ruangan, hingga bahan bakar steam boiler.
Lebih lanjut, dia mengatakan, briket PTBA juga terbukti memiliki keunggulan daur ulang, karena abu sisa pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai abu gosok, bahan campuran pupuk, atau bahan bangunan.
Baca Juga
PTBA Pacu Dekarbonisasi dengan 3 Strategi Jitu Dukung Target 'Net Zero Emission' 2060
PTBA juga memproduksi tungku portabel untuk mendukung penggunaan briket secara praktis oleh masyarakat. Selain menyasar sektor industri dan rumah tangga, PTBA menggandeng UMKM dan koperasi lokal di sekitar Muara Enim, Lahat, dan Lampung sebagai mitra distribusi, memperluas dampak ekonomi hilirisasi batu bara ke masyarakat.
PTBA menegaskan bahwa pengembangan briket ini bukan sekadar diversifikasi bisnis, tetapi bagian dari kontribusi nyata perusahaan terhadap transisi energi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

