Restrukturisasi BUMN Bisa Buka 'Potential Value' dan Tingkatkan Daya Saing
JAKARTA, investortrust.id -Pengamat BUMN dan akademisi Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyebut upaya restrukturisasi BUMN yang dikerjakan Kementerian BUMN dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
“Beberapa strategi restrukturisasi yang dikerjakan oleh pemerintah, Kementerian BUMN, sekarang adalah dalam rangka untuk bagaimana bisa meningkatkan daya saing BUMN,” kata Toto kepada investortrust.id, di Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2024).
Toto mengatakan masalah dari kinerja BUMN saat ini yaitu belum berubahnya kondisi perusahaan dalam waktu cukup panjang. Artinya, kata dia, perusahaan-perusahaan itu masih dalam posisi pareto.
Baca Juga
“Jadi ada 40 BUMN, atau kalau dengan anak perusahaan yang besar mungkin masih 100 BUMN tapi kira-kira top 20-nya itu yang mendominasi,” kata dia.
Toto mengatakan 20 perusahaan BUMN yang mendominasi tersebut mungkin menguasai hampir lebih dari 80% pendapatan atau laba. Ini menunjukkan, ujar dia, banyak BUMN yang tidak menghasilkan pendapatan dan laba secara maksimal.
“Jadi mungkin perlu ada perbaikan yang lebih fundamental bagaimana supaya kontribusi BUMN itu bisa jauh lebih merata,” ucap dia.
Untuk itu, dia menjelaskan strategi restrukturisasi menyasar perusahaan BUMN yang memiliki sektor yang sama. Dia menyontohkan holdingisasi terhadap perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan dan bandar udara.
Baca Juga
Rencana Garuda (GIAA) Masuk Holding, Begini Tanggapan InJourney
“Empat pelabuhan jadi satu, dua angkasa pura jadi satu, itu kan suatu hal yang intinya sebenarnya adalah bagaimana melakukan unlocking potential value,” jelas dia.
Dengan penggabungan yang ada, ukuran kinerja, produktivitas, pendapatan, dan profit yang dihasilkan perusahaan pelat merah seharusnya lebih besar dibandingkan secara sendiri-sendiri.
“Holding kalau ada enam perusahaan bergabung dalam satu holding nilainya bukan lagi sama dengan enam, mesti sama dengan sembilan atau sepuluh (perusahaan). Itu kan artinya efek sinerginya ada,” ujar dia.

