41 BUMN Sabet “Investortrust BUMN Awards 2024”
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 41 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyabet “Investortrust BUMN Awards 2024” untuk kategori BUMN Terbaik, Sektor Terbaik, dan Special Awards. Ke-41 BUMN diganjar penghargaan bergengsi itu karena mampu bertahan, tumbuh, berinovasi, dan beradaptasi dengan kebijakan dan tantangan di bawah pemerintahan baru.
Investortrust BUMN Awards 2024 merupakan persembahan investortrust.id, portal data dan berita ekonomi independen yang fokus pada isu-isu bisnis, keuangan, investasi langsung, dan investasi portofolio, khususnya pasar modal.
“Investortrust BUMN Awards 2024 diberikan untuk mengapresiasi BUMN yang mampu bertahan dan tetap menunjukkan pertumbuhan dalam kondisi ekonomi global yang dinamis,” kata Ketua Dewan Juri Investortrust BUMN Awards 2024, Zulkifli Zaini pada malam penganugerahan “Investortrust BUMN Awards 2024” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (19/12/2024) malam.
Investortrust BUMN Awards 2024 meliputi kategori BUMN Terbaik 2024 (BUMN Corporate Excellence 2024), Sektor Terbaik, dan Special Awards. BUMN Terbaik 2024 diraih 10 perusahaan, terdiri atas 5 anak perusahaan dan 5 holding. Ke-5 anak usaha BUMN tersebut adalah PT Pertamina Training & Consulting (aset di bawah Rp 2 triliun), PT Dahana (Rp 2-10 triliun), PT Jamkrindo (Rp 10-40 triliun), PT Pertamina International Shipping (Rp 40-100 triliun), dan PT Pertamina Patra Niaga (Rp 100-500 triliun).
Baca Juga
Adapun ke-5 holding BUMN meliputi PT Yodya Karya (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Danareksa (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Holding BUMN-BUMN itu dikelompokkan berdasarkan nilai aset masing-masing di bawah Rp 2 triliun, Rp 2-20 triliun, Rp 20-100 triliun, Rp 100-500 triliun, dan Rp 500-2.000 triliun.
Sementara itu, 12 BUMN dan anak BUMN menggondol penghargaan Sektor Terbaik (Sectoral Champion Award) di masing-masing sektor. Ke-12 perusahaan terdiri atas PT Asuransi Kredit Indonesia (asuransi dan dana pensiun), PT Pertamina Hulu Energi (energi, migas), serta PT Kawasan Berikat Nusantara (infrastruktur).
Itu belum termasuk PT Patra Jasa (pariwisata dan jasa pendukung), PT Pertamina Bina Media (kesehatan), PT Pindad (Persero) – (manufaktur), PT Pupuk Kaltim (pangan dan pupuk), PT Permodalan Nasional Madani (keuangan), PT Aneka Tambang Tbk (mineral dan batu bara), PT Pos Indonesia (Persero) – (logistik), Perum Perhutani (perkebunan dan kehutanan), serta Perum Peruri (telko dan media).
Di pihak lain, terdapat 20 BUMN yang meraih Special Awards pada sejumlah kategori. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Raya Indonesia Tbk menyabet Excellence in Finansial Innovation an Impact, sedangkan PT Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Pindad (Persero) meraih Excellence in Asset Growth & Efficiency Award.
Selanjutnya PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) dianugerahi Excellence in Corporate Turn Around & Restructuring Award. Lalu PT Jasa Raharja dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk diganjar Excellence in Customer Service Award, serta PT Bukit Asam Tbk mendapatkan Excellence in Digital Innovation Award.
Baca Juga
Erick Thohir: Penggabungan BUMN Karya Tunggu Keputusan Menteri PU
Di sisi lain, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Tbk merengkuh Excellence in ESG Award, kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyabet Excellence in Government Dividend Award, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk meraih Excellence in Profitability Award.
Kecuali itu, PT PLN Indonesia Power dan PT Pertamina (Persero) memperoleh Excellence in Green Innovation Award, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan Excellence in Global Expansion, serta PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/IFG, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pertamina Pedeve Indonesia merebut Excellence in Business Innovation.
Dengan demikian, peraih BUMN Awards 2024 meliputi 10 perusahaan pada kategori BUMN Terbaik, 12 perusahaan pada kategori Sektor Terbaik, dan 20 perusahaan pada kategori Special Awards. Ke-41 perusahaan meraih 42 penghargaan karena PT Pindad (Persero) mendapat 2 penghargaan, yakni Sectoral Champion Award - Manufacturing dan Excellence in Asset Growth & Efficiency Award.
Dewan Juri BUMN Awards 2024 terdiri atas Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Zulkifli Zaini, Associate Director BUMN Research Group (BRG)- lembaga manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto, Deputy President Director Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, serta Chief Executive Officer (CEO) Investortrust Primus Dorimulu.
Berinovasi dan Beradaptasi
Menurut Ketua Dewan Juri, Zulkifli Zaini, seleksi Investortrust BUMN Awards 2024 dilakukan secara ketat dengan menggunakan indikator berlapis yang sangat valid.
“Seleksi dilakukan secara ketat dengan menekankan pada langkah-langkah BUMN dalam berinovasi dan beradaptasi dengan kebijakan serta tantangan baru yang muncul di bawah pemerintahan baru,” kata mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan mantan PT PLN (Persero) Tbk tersebut.
CEO Investortrust, Primus Dorimulu mengungkapkan, melalui penghargaan ini, investortrust.id ingin mendukung peningkatan standar kinerja BUMN serta memperkuat kepercayaan publik terhadap peran strategis BUMN dalam pembangunan nasional.
Baca Juga
Pendapatan Negara dari Dividen BUMN 2024 Capai Rp 85,5 Triliun, Meningkat Jadi Rp 90 Triliun di 2025
“BUMN memiliki peran yang amat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai sektor strategis. BUMN Awards 2024 diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada BUMN yang telah mencapai standar kinerja terbaik,” tutur dia.
Zulkifli Zaini menjelaskan, peserta Investortrust BUMN Awards 2024 adalah 138 perusahaan yang merupakan induk usaha BUMN serta anak-anak dan cucu usaha BUMN, baik perusahaan tercatat (listed company) maupun non-listed company.
Dalam melakukan penilaian, kata Zulkifli, dewan juri menggunakan indikator pertumbuhan pendapatan yang mengukur peningkatan pendapatan perusahaan dalam 1 tahun dan 5 tahun, pertumbuhan laba usaha yang mengukur pertumbuhan laba usaha dalam 1 tahun dan 5 tahun, serta pertumbuhan laba bersih yang mengukur perubahan laba bersih perusahaan dalam 1 tahun dan 5 tahun terakhir.
Indikator lain yang digunakan, menurut Zulkifli Zaini, yaitu net profit margin (NPM), yakni rasio laba bersih terhadap total pendapatan untuk menilai efisiensi operasional, return on assets (ROA) untuk mengukur laba bersih sebagai persentase dari total aset, serta return on equity (ROE) untuk mengukur laba bersih sebagai persentase dari ekuitas.
Selain itu, dewan juri menggunakan indikator pertumbuhan ekuitas dan aset untuk menilai pertumbuhan ekuitas dan aset dalam periode 1 tahun dan 5 tahun. Dewan juri juga melakukan penyesuaian data ekuitas dan aset.
“Ekuitas dan aset perusahaan telah disesuaikan dengan data penyertaan modal negara (PMN) untuk mencerminkan perubahan yang dihasilkan dari suntikan modal negara. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan perbandingan yang adil dengan perusahaan lain yang tidak menerima PMN,” papar Zulkifli Zaini yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
Zulkifli Zaini menambahkan, proses pengumpulan data meliputi laporan keuangan publik yang berasal dari laporan tahunan perusahaan yang diterbitkan melalui situs resmi atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya dewan juri melakukan validasi data PMN yang mencakup pemeriksaan data tambahan mengenai PMN dari Kementerian Keuangan atau sumber resmi lainnya untuk menyesuaikan nilai ekuitas dan aset.
Tim juri kemudian melakukan kalkulasi pertumbuhan, dengan menggunakan data dari dua titik waktu untuk menghitung tingkat pertumbuhan (CAGR untuk 5 tahun dan YoY untuk 1 tahun).
Penghitungan Nilai Indikator
Zulkifli Zaini mengemukakan, penghitungan nilai indikator meliputi percentile scoring, yaitu nilai setiap indikator dihitung dalam bentuk persentil dibandingkan seluruh perusahaan yang dinilai. Proses ini memastikan setiap perusahaan dinilai relatif terhadap kinerja sektor atau industrinya.
“Tim juri lalu menetapkan nilai Akhir. Rata-rata semua nilai persentil dari setiap indikator digunakan sebagai skor akhir. Perusahaan dengan rata-rata persentil tertinggi akan memiliki peringkat terbaik,” ujar dia.
Zulkifli Zaini mengungkapkan, pemenang dipilih berdasarkan kategori utama. Pemilihan dimulai dengan mengelompokkan perusahaan menjadi induk usaha dan anak usaha.
Anggota Dewan Juri Investortrust BUMN Awards 2024, Toto Pranoto mengatakan, proses pemeringkatan dilakukan menggunakan metode percentile untuk semua indikator utama, yaitu pertumbuhan pendapatan, laba usaha, laba bersih, net profit margin (NPM), return on assets (ROA), return on equity (ROE), serta pertumbuhan ekuitas dan aset.
“Pemenang di setiap kelompok aset adalah perusahaan dengan rata-rata persentil tertinggi,” tegas dia.
Baca Juga
Erick Thohir Optimistis Merger Pelni dan ASDP dengan Pelindo Tekan Biaya Logistik
Menurut Toto, setelah pemenang kategori utama ditentukan, anak usaha yang belum memenangi penghargaan kategori ini dikompetisikan kembali berdasarkan sektor industri. Jika suatu sektor belum ada pemenang pada anak usaha, yang jadi pemenang adalah BUMN dengan status induk usaha dengan kelas aset menengah.
“Proses penilaian kembali menggunakan indikator yang sama, namun lebih berfokus pada kinerja sektoral relatif terhadap perusahaan lain di sektor yang sama,” tutur dia.
Pada penghargaan khusus, kata Toto Pranoto, perusahaan yang belum memenangi penghargaan kategori utama atau sektoral dapat mendapatkan penghargaan khusus berdasarkan pencapaian unik atau kontribusi luar biasa di bidang tertentu.
Kepatuhan pada Regulasi
Anggota Dewan Juri Investortrust BUMN Awards 2024, Suria Dharma menegaskan, direktur utama BUMN yang terlibat kasus hukum atau sanksi regulator yang dapat merusak reputasi perusahaan dipastikan tidak lolos seleksi.
Selain itu, laporan keuangan yang dijadikan rujukan adalah laporan keuangan yang transparan dan diaudit selama lima tahun terakhir sampai 2023 dan sudah diterbitkan di website perusahaan. “Sebanyak 79 perusahaan berhasil memenuhi tiga kriteria awal tersebut dan dilanjutkan ke tahap pemeringkatan berikutnya, hingga akhirnya terpilih 41 perusahaan untuk masing-masing kategori,” ujar Suria.
Proses penjurian, menurut Suria Dharma, memakan waktu 1 bulan dengan rincian pengumpulan data (1-15 November 2024), penjurian (22-29 November 2024), dan malam penghargaan (19 Desember 2024).

