Program B40 Tahun 2025 Siap Diterapkan, Volume Kebutuhan CPO 15,6 Juta KL
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan implementasi program B40 berjalan lancar. Oleh karena itu, rencana pelaksanaan program ini tahun 2025 diprediksi tak terkendala.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian dan menentukan berapa besar volume crude palm oil (CPO) untuk program B40 ini. Dari sisi ketersediaan bahan baku CPO untuk program ini aman.
“Volume sudah ditentukan berapa. kalau tidak salah 15,6 juta (kiloliter/KL). Secara total CPO tersedia,” kata Dadan Kusdiana saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Sealsa (10/12/2024).
Baca Juga
Pemberlakuan EUDR Ditunda, Indonesia-Malaysia Desak Uni Eropa Tetapkan Standar CPO
Dijelaskan Dadan, saat ini tengah dilakukan proses pengadaan bahan baku oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). “Sekarang lanjut proses pengadaan di Ditjen EBTKE. Persiapannya sudah panjang,” ucap dia.
Selain itu, Dadan menyampaikan bahwa Kementerian ESDM akan mengumumkan hasil dari uji coba penggunaan B40 pada mesin non-otomotif pekan ini. Hal ini penting untuk memastikan program B40 berjalan lancar.
“Satu dua hari ini akan diumumkan ke publik terkait hasil uji untuk non-otomotif. Yang otomotif kan sudah dilakukan,” beber Dadan.
Berdasarkan data yang dipaparkan Gapki, produksi CPO tahun 2023 diperkirakan mencapai 50,07 juta ton atau naik sebesar 7,15%, dibandingkan tahun 2022, yakni sebesar 46,73 juta ton.
Baca Juga
BPDPKS: Pungutan Ekspor Dorong Kenaikan Ekspor Produk Hilirisasi CPO hingga 65%
Terkait dengan penerapan B40 tahun 2025, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrahman menyebutkan, jika saat ini kebutuhan sawit untuk B35 mencapai 13,4 juta KL, maka untuk B40 kebutuhannya mencapai 16 juta KL.
“Soal B40 ini pemerintah sudah menetapkan akan diberlakukan pada Januari tahun 2025. Dan untuk itu uji coba sudah dilakukan, baik terhadap otomotif maupun non-otomotif. Terakhir dilakukan (berhasil) sehingga semua sudah menerima bahwa B40 bisa diberlakukan di otomotif maupun non-otomotif," terang dia.

