Menteri ESDM: B40 Diterapkan Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan B40 akan diterapkan tahun depan alias 2025. Uji coba bahan bakar biodiesel tersebut tengah dilaksanakan hingga kini.
B40 merupakan biodiesel yang mengandung fatty acid methyl ester atau FAME minyak kelapa sawit sebanyak 40% dalam komposisi BBM solar. Saat ini, pemerintah Indonesia baru menerapkan biodiesel 35% (B35) sebagai bahan campuran BBM diesel produk Pertamina.
Baca Juga
ESDM Optimistis Bahan Bakar B40 Akan Tingkatkan Penghematan Devisa Negara
“Semoga tahun depan, B40 sudah bisa jalan. Sudah ada kesepakatan. Kemudian juga kita akan coba nanti bioetanol,” ungkap Arifin Tasrif, di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Jumat (2/8/2024).
Sebelum ini, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebutkan, penggunaan B40 bisa mengurangi impor solar dibandingkan biodiesel sebelumnya, yakni B35, serta meningkatkan penghematan devisa negara.
“Peningkatan pemakaian biodiesel juga akan makin menurunkan emisi karbon di Indonesia,” kata Eniya Listiani Dewi, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga
Eniya memaparkan, pada tahun 2023, penghematan devisa dari penggunaan B35 pada sektor otomotif dan non-otomotif mencapai Rp 122 triliun. Sedangkan untuk tahun 2024 ini diperkirakan angkanya juga sama.
"Kalau tahun depan sudah beralih ke B40, penghematan bisa mencapai sekitar US$ 9 miliar (sekitar Rp 144 triliun)," ujar dia.
Lebih lanjut Eniya menyampaikan, penurunan karbon dioksida (CO2) ditargetkan mencapai 42,5 juta ton dari estimasi pemakaian 16 juta kiloliter (KL) B40 pada 2025. Ini lebih besar dari pemakaian B35 yang mencapai 12,23 juta KL pada tahun 2023 dan diperkirakan mencapai 13 juta KL hingga akhir tahun 2024.

