Pemerintah Ungkap Penyebab Penjualan Mobil RI Mandek di Angka 1 Juta Unit dalam 10 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan sejumlah penyebab penjualan kendaraan roda empat atau mobil yang terjebak atau stagnan pada angka 1 juta unit per tahun selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Bidang Perekonomian Ekko Harjanto menyebutkan, pemicu utamanya adalah harga kendaraan roda empat di Indonesia terbilang tinggi.
Baca Juga
Market Share Naik, Astra (ASII) Kuasai 56% Pasar Mobil Semua Segmen dan 75% Mobil LCGC
"Pertama penyebabnya karena tren harga mobil di Indonesia tinggi, yang dipictu antara lain karena akibat kenaikan pajak," kata Ekko dalam diskusi "Outlook Otomotif: Mengakhiri One Million Trap, Menyongsong Era Rendah Emisi" yang digelar Viva.co.id, Rabu (4/12/2024).
Ekko menjelaskan, nilai pajak mobil yang tinggi tersebut disebabkan karena komponen yang dibutuhkan oleh industri otomotif di dalam negeri masih bergantung pada impor. Hal itu membuat daya beli masyarakat semakin tertekan.
"Yang tentunya sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan biaya logistik ya, sehingga mengurangi keterjangkauan bagi konsumen, terutama kelas menengah bawah," terangnya.
Baca Juga
Penjualan Otomotif Catat Level Bulanan Tertinggi 2024, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
Lebih lanjut, penyebab lainnya yang menjadi faktor penjualan mobil di Indonesia tak pernah lagi keluar dari angka 1 juta unit per tahun karena pendapatan per kapita US$ 4.700 sampai US$ 5.000 per tahun pada 2023.
"Sehingga sebagian besar pendapatan rumah tangga digunakan untuk kebutuhan pokok ya dari penghasilannya itu untuk pangan, pendidikan, dan perumahan. Jadi tidak sempat mikir untuk membeli mobil," ungkap Ekko.

