Penjualan Otomotif Catat Level Bulanan Tertinggi 2024, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil nasional pada Oktober 2024 sebesar 77.191 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 6,2% secara bulanan (mom) dan tecatat sebagai penjualan bulanan tertinggi sejak awal 2024.
Pertumbuhan tersebut menjadikan total penjualan wholesales mobil nasional selama hingga Oktober mencapai 710.408 unit atau setara 83,6% dari target 2024 yang dipatok Gaikindo atau setelah direvisi turun ke level 850 ribu unit.
Pada Oktober 2024, Astra International (ASII) mencatatkan penurunan penjualan 1,9% yoy, tetapi penurunan ini masih lebih rendah dari industri secara keseluruhan 3,9% yoy. Hasil ini membuat market share ASII meningkat menjadi 56,5%m dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu 55,3%.
Baca Juga
Market Share Naik, Astra (ASII) Kuasai 56% Pasar Mobil Semua Segmen dan 75% Mobil LCGC
Berdasarkan mereknya, Daihatsu menjadi penopang wholesales mobil ASII pada Oktober 2024 dengan penjualan stabil sebanyak 14.096 unit tumbuh 11,2% secara bulanan (mom), sementara penjualan Toyota dan Lexus mencapai 27.211 unit naik 6,3% secara bulanan (mom).
“Secara kumulatif, ASII mencatatkan wholesale sebesar 401.398 unit atau turun 13,8% yoy selama 10M24, relatif lebih baik dibandingkan penurunan seindustri,” tulis tim riset Stockbit yang dikutip Rabu (13/11/2024).
Sementara itu, dari kompetitor utama ASII, Mitsubishi mencatatkan kinerja yang relatif paling baik dengan penjualan sebesar 7.900 unit turun 3,3% yoy dan turun 3,2% mom pada Oktober 2024, sehingga penjualan Mitsubishi selama 10M24 mencapai 82.187 melemah 9,3% yoy.
Baca Juga
Tim riset Stockbit memperkirakan angka penjualan wholesales yang membaik dan berhasil melebihi 75 ribu unit pada Oktober 2024 disebabkan oleh peningkatan permintaan dari segmen fleet korporasi, seiring kepastian politik pasca pengumuman kabinet.
Harga saham emiten otomotif sendiri telah merefleksikan tren membaiknya penjualan mobil. Dalam 3 bulan terakhir, sejumlah saham yang berhubungan dengan otomotif telah mencatatkan penguatan harga, seperti saham ASII telah naik 4,62% ke level 5000, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) stagnan ke level 1020, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) naik 0,50% ke level 1000 dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menguat 12,68% ke level 2410.
Meski telah menguat, tim Stockbit menilai bahwa langkah investor selanjutnya adalah perlu memperhatikan tren wholesales dalam 2 bulan mendatang, apakah angka penjualan dapat bertahan di kisaran 75 ribu hingga 80 ribu per bulan dan bahkan semakin membaik.
“Hal ini diperlukan untuk memperkirakan apakah pemulihan penjualan mobil secara tahunan ke level 1 juta unit pada 2025 realistis untuk dicapai atau justru akan direvisi turun,” terangnya.
Baca Juga
Indonesia Belum Jadi Pemain Besar Komponen Otomotif Dunia, Menperin Agus: Peluang Pasar Masih Besar
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya menargetkan penjualan wholesales mobil nasional pada 2025 dapat kembali pulih ke level 1 juta unit, seiring tren penurunan suku bunga dan pertumbuhan infrastruktur kendaraan listrik di luar Jawa dan Bali.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya T Wicaksana memberikan pandangan positif terhadap prospek saham emiten otomotif secara teknikal. Di antaranya, saham ASII direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 5.100-5.200, saham
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.060-1.090, saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 1.015-1.035, dan saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 2.510-2.560.
Grafik Saham Emiten Otomotif

