Hashim: MBG dan Program 3 Juta Rumah Jadi Stimulus Ekonomi Besar-besaran
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo memastikan bahwa pemerintah mampu menggelar stimulus ekonomi besar-besaran. Pertama dari program makanan bergizi gratis, serta program pembangunan 3 juta rumah per tahun.
“Pemerintah saat ini sanggup untuk mengadakan stimulus ekonomi besar-besaran. Satu, melalui makanan gratis termasuk sarapan pagi dan juga makan siang. Tujuan akhir adalah untuk memberikan makanan gratis untuk 4,3 juta ibu-ibu sedang hamil. Ini data saya dapat dari BPS. Dan yang kedua adalah untuk memberikan makanan gratis untuk 78 juta anak,” kata Hashim dalam kata sambutannya saat Rapimnas Kadin Indonesia yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (1/12/2024).
Tak semata anak usia sekolah, kata Hashim, anak-anak yang akan menjadi sasaran program makanan bergizi gratis termasuk anak-anak yang masih usia prasekolah. Dikatakan Hashim, di saat kondisi perekonomian stabil yang diperkirakan akan tercapai pada dua hingga tahun mendatang, maka setiap anak dan ibu hamil akan memperoleh minuman dan makanan bergizi.
Baca Juga
Hashim Sebut Anggito Abimanyu akan Jadi Menteri Penerimaan Negara
Nah dari program ini, ujar Hashim, akan dikucurkan dana sebesar Rp 450 triliun rupiah ke perekonomian nasional. Angka ini sama dengan 2% dari PDB Indonesia, yang dipastikan bakal berimplikasi pada angka pertumbuhan ekonomi nasional.
“(Rp450 triliun) Berarti 2% dari GDP kita sekarang. Jadi saya kira di antara bapak-bapak ibu-ibu mungkin ada yang sarjana ekonomi. Bisa hitung, (berapa persen pertumbuhan yang timbul) dengan dana sebesar itu yang kita suntik ke ekonomi.
Ia juga menyatakan optimismenya bahwa anggaran untuk program tersebut akan menghasilkan multiplier effect, dengan dampak tambahan dari ekonomi yang menurut para pakar ekonomi bisa mencapai kisaran 2,3% hingga 4%.
Baca Juga
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 0,1%
“Maka yang saya selalu ketekankan, target pertumbuhan ekonomi dari Pak Prabowo itu minimal… Minimal 8%,” tegas Hashim.
Angka pertumbuhan tersebut, lanjut Hashim, belum termasuk multiplier effect dari dijalankannya program pembangunan 3 juta rumah per tahun.
“Ada banyak yang akan menyebabkan (pertumbuhan ekonomi sebesar 8%) itu, tapi yang dari perumahan itu belum termasuk 8%. Nah, kita kenapa saya fokus kepada perumahan,” ujarnya.

