Menteri Ara Pastikan Peta Jalan 3 Juta Rumah Rampung Pekan Depan
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan, pihaknya bakal menyelesaikan peta jalan atau roadmap program 3 juta rumah setahun pada pekan depan atau awal Desember 2024.
“Kita lagi belanja masalah, belanja dukungan, dan belanja peluang. Kayak tadi kan bagus usulnya Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi), bagaimana kalau bank ini bunganya yang buat developer direndahin. Jadi, peta jalan (3 juta rumah) kita usahakan awal Desember (selesai),” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di Menara BTN, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2024).
Ara menambahkan pihaknya telah dan akan berdiskusi lebih lanjut mengenai poin-poin rekomendasi tambahan dari para pelaku usaha perumahan guna mempercepat perencanaan peta jalan program 3 juta rumah Prabowo Subianto.
“Kita kan kemarin baru undang Himperra (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat), minggu depan kita undang Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia), habis itu kita undang REI (Real Estate Indonesia), habis itu ada Asprumnas (Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional), gitu ya. Jadi kita dengerin semuanya, kita kemarin rapat cukup lama kok. Jadi supaya objektif dengerin dari semua (pelaku perumahan, red),” ungkap dia
Baca Juga
Dorong Program 3 Juta Rumah, Wamen Perumahan Bakal Usul Omnibus Law Perumahan
Terpisah, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyarankan pada perbankan untuk memberikan keringanan bunga kepada pengembang atau developer.
“Kalau saya boleh saran, kalau pengembang ini dalam rangka (pembangunan) 3 juta rumah, kalau mintanya ke bank, contohnya BTN, mesti dikasih spesial bunga yang lebih rendah. Kalau misalnya non-perumahan bunganya 10%, kalau membangun perumahan dengan tujuan pemerintah (Prabowo Subianto) ini kasih 8% atau 7%,” ucap Rosan dalam Dialog Program 3 Juta Rumah Sesi Kedua di Menara BTN, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Ara menyebutkan, beberapa rencana strategis yang telah dirancang di antaranya pertama, nantinya rumah yang disiapkan untuk membidik Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebagian ada yang diberikan dengan harga murah dan ada pula yang gratis.
Adapun upaya terobosan lainnya yakni melakukan pembebasan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% di daerah.
“Kemarin saya tanda tangan sama Pak Tito (Menteri Dalam Negeri), bagaimana BPHTB di daerah 5% buat rumah rakyat itu dihilangkan. Itu artinya ada suatu langkah terobosan atas arahan Presiden (Prabowo Subianto),” terangnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga
PLN Ungkap Program 3 Juta Rumah Butuh Tambahan Pembangkit 1 GW per Tahun
Di samping itu, lanjut Ara, dirinya juga berencana melakukan efisiensi belanja konstruksi pemerintah. Hal itu dilakukan guna menekan kebocoran anggaran negara dalam mencapai pembangunan 3 juta rumah setahun.
Terakhir, dari segi perizinan, Ara mengaku bakal mempercepat proses pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Di mana, semula pengajuan itu membutuhkan waktu mencapai 45 hari kini dipangkas menjadi 10 hari saja.
“Terakhir adalah soal perizinan. Perizinan kemarin kita sudah dengarkan biasanya itu 45 hari. Sekarang sudah 10 hari,” tutupnya.

