Berperan Strategis bagi Indonesia, Sawit Penopang Utama Ekspor Nonmigas hingga September 2024
SURABAYA, investortrust.id - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) Eddy Abdurrachman menyebutkan ekspor nonmigas dari segmen lemak dan minyak hewan serta nabati didominasi minyak kelapa sawit hingga September 2024 mencapai US$ 14,43 miliar atau sekitar Rp 230 triliun.
Dia menjelaskan, nilai ekspor kelapa sawit tersebut menyumbang skeitar 10,18% terhadap total ekspor nonmigas untuk periode Januari hingga September 2024 dengan total US$ 181,14 miliar atau diperkirakan mencapai Rp 2.890 triliun.
Baca Juga
Hilirasi Singifikan, Nilai Ekspor Kelapa Sawit Diproyeksi Capai Rp 775 Triliun hingga Akhir 2024
“Ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar US$ 181,14 miliar. Sebanyak US$ 14,43 miliar atau sebesar 10,18% berasal dari ekspor lemak dan minyak hewan dan nabati yang didominasi oleh minyak kelapa sawit,” kata Eddy dalam acara Sosialisasi Implementasi Ketentuan Terkait Ekspor dan Pungutan Ekspor Atas Komoditas Kelapa Sawit, CPO dan Turunannya, Surabaya, Kamis (21/11/2024).
Pencapaian industri pengolahan kelapa sawit tersebut, menurut Eddy, mengukuhkan peran strategis dari industri kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Terlebih lagi, kontribusi industri nonmigas ke pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2024 adalah sebesar 4,23%.
“Komoditas kelapa sawit menjadi motor penggerak pada kedua sektor tersebut. Pada sisi ekspor, industri kelapa sawit juga merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk ekspor nonmigas Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga
Prabowo Ingin B35 Dinaikkan ke B60, Bahlil Pastikan Pasokan Minyak Sawit Aman
Dia pun mengungkapkan peran pemerintah dalam industri pengolahan kelapa sawit di antaranya adalah pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, penelitian dan pengembangan, peremajaan atau replanting perkebunan kelapa sawit, khususnya perkebunan kelapa sawit rakyat.
“Dan pengadaan sarana dan perasalan serta promosi perkebunan kelapa sawit di dalam rangka menciptakan citra positif dari produk-produk kelapa sawit baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” terang Eddy.

