Hilirasi Singifikan, Nilai Ekspor Kelapa Sawit Diproyeksi Capai Rp 775 Triliun hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan nilai ekspor kelapa sawit akan mencapai Rp 775 triliun hingga akhir 2024. Sedangkan hingga triwulan II 2024, nilai ekonomi yang dihasilkan dari industri sawit telah mencapai Rp 193 triliun.
“Nilai ekonomi industri ini mencapai Rp 193 triliun hingga triwulan II tahun 2024 dan diproyeksi menembus Rp 775 triliun hingga akhir tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
Prabowo Ingin B35 Dinaikkan ke B60, Bahlil Pastikan Pasokan Minyak Sawit Aman
Putu menjelaskan, ragam jenis produk hilir sawit meningkat signifikan, yakni pada 2010 hanya terdapat 54 jenis, namun pada 2023 meningkat menjadi 193 jenis. Sementara itu, rasio ekspor bahan baku dan produk hilir sawit juga kian melonjak.
Adapun, Putu juga menyebutkan bahwa pada 2010, rasionya 40% dan 60% untuk bahan baku serta produk hilir sawit. Sementara pada 2023 angkanya mengalami peningkatan drastis menjadi 7% dan 93% pada 2023. “Ini menandakan bahwa kebijakan hilirisasi berjalan dengan baik,” ungkap Putu.
Lebih lanjut, Kemenperin mengungkapkan industri pengolahan sawit memberikan dampak luas Indonesia, antara lain terlihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 17 juta orang.
Baca Juga
Indonesia Masih Belum Jadi Penentu Harga Sawit Dunia, Hilirisasi Jadi Solusinya?
Selain itu, sektor industri tersebut memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 3,5%. Kepada total ekspor nonmigas, industri memberikan andil sebesar 11,6% atau senilai Rp 450 triliun sepanjang tahun 2023.
“Pencapaian program hilirisasi industri sawit ini terlihat dari dua indikator, yaitu ragam produk hilir, dan rasio ekspor bahan baku dengan produk hilirnya,” terangnya.

