Meski Ada Tarif Resiprokal, Ekspor Nonmigas Indonesia ke AS Tetap Surplus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengenaan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS) tidak menghambat kinerja ekspor Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan nonmigas dengan AS sepanjang Januari–September 2025.
Selama periode tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai US$ 23,03 miliar, sementara impor nonmigas dari AS sebesar US$ 7,33 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia dengan AS masih surplus sebesar US$ 15,7 miliar.
Baca Juga
Dua Sekuritas Pasang Rekomendasi Beli Kalbe Farma (KLBF), Peluang Cuan Segini
Komoditas unggulan penyumbang ekspor nonmigas ke AS antara lain mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$ 4,25 miliar, pakaian dan aksesori rajutan (HS 61) senilai US$ 2,09 miliar, serta alas kaki (HS 64) senilai US$ 2,06 miliar.
Sementara itu, impor nonmigas dari AS didominasi mesin dan peralatan mekanis (HS 84) senilai US$ 1,41 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$ 0,77 miliar, serta biji dan buah mengandung minyak (HS 12) senilai US$ 0,76 miliar.
Pada September 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 2,43 miliar atau turun 10,72% dibandingkan Agustus 2025. Namun secara tahunan, ekspor ke AS masih tumbuh 9,08% dibandingkan September 2024.
Baca Juga
Archi (ARCI) Optimistis Lompatan Laba 10 Kali Lipat di 2025, Tahun Depan Diprediksi makin Tangguh
Sementara impor nonmigas dari AS pada September 2025 tercatat US$ 818 juta, naik 7,7% secara bulanan namun turun 1,82% secara tahunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menegaskan bahwa meski terjadi penurunan secara bulanan, tren tahunan ekspor ke AS masih menunjukkan pertumbuhan. “Jika dibandingkan September 2024, meningkat 9,08%,” ujarnya.

