Ekspor Harus Naik 9%, Jika Ingin Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan peningkatan kinerja ekspor perdagangan dibutuhkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dalam lima tahun mendatang.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Fajarini Puntodewi mengungkapkan, berdasarkan perhitungan pertumbuhan ekspor harus bisa mencapai 7-9% guna merealisasikan pertumbuhan ekonomi nasional sebanyak 8% pada 2029.
"Guna mendukung pertumbuhan ekonomi dari sebesar 5% menjadi 8% pada 2029 dibutuhkan pertumbuhan ekspor mencapai 7 hingga 9,6%," kata Punto dalam diskusi Gambir Trade Talk, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Baca Juga
Kemendag Ungkap Dampak Ekspor Indonesia, Jika Trump Terapkan Proteksionisme AS
Punto memaparkan, berdasarkan data The International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi dunia pada 2025 sebesar 3,2%, sedikit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,3%. Namun, untuk sektor perdagangan diperkirakan bertumbuh 3,4% di 2025.
Sementara untuk Indonesia, berdasarkan perkiraan World Bank dan IMF bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai 5,1%. Angka itu meningkat dari proyeksi pertumbuhan 2024 yang sebesar 5%.
Tetapi pertumbuhan ekspor di bulan Januari-Oktober ya secara kumulatif ini sebesar 1% lebih ini masih baik, dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, dimana ekspor kumulatif kita itu tumbuh sebesar 0,3%.
Baca Juga
JFX Optimistis Program Hilirisasi Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 8%
Diketahui, berdasarkan data Januari-September 2024, total nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 192,85 milliar atau naik 0,32% dibandingkan 2023. Dari total nilai ekspor tersebut, nilai ekspor untuk nonmigas mencapai US$ 181,15 miliar, naik 0,39% dibanding periode yang sama pada 2023.
"Jadi sudah kita optimis ya, optimis bahwa di akhir tahun 2024 target meraca perdagangan surplus tetap tercapai dan juga masih terjadi peningkatan ekspor," ungkapnya.

