Zulhas: Industri Domestik Wajib Serap 100% Produksi Susu Lokal
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa polemik susu impor asal Selandia Baru dan Australia yang bebas bea masuk ke Indonesia kini sudah diselesaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Sebagaimana diketahui, susu impor yang bebas bea masuk tersebut membuat Indonesia kebanjiran susu sapi impor. Persoalannya, produk susu lokal dari para peternak sapi perah tidak terserap optimal.
Baca Juga
80% Tergantung Impor, Susu Sapi Peternak Dibuang karena Pabrik Kurangi Pembelian
"Impor susi sudah diselesaikan Mentan kemarin. Cepat sekali (responsnya), tanggap. Begitu ada masalah, hari itu juga langsung dipanggil," ujar Zulkifli Hasan di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (12/11/2024).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zulhas itu menyampaikan bahwa kini industri diwajibkan untuk menyerap produksi dalam negeri terlebih dahulu hingga 100%. Jika masih kurang, mereka baru diperkenakan untuk melakukan impor.
Baca Juga
Respons Aksi Buang Susu Peternak Boyolali dan Pasuruan, Menkop Akan Lakukan Ini
"Jadi sekarang diwajibkan industri untuk menyerap produksi dalam negeri dulu 100%, baru boleh impor. Kalau tidak patuh, nanti kita bikin kuota," sebut Zulhas.
Sementara itu, terkait dengan Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Zulhas mengakui bahwa pasokan susunya masih kurang banyak. "Masih kurang banyak (susunya), makanya saya sedih juga," ucap dia.

