Studi Kelayakan Tol Puncak Rampung Tahun Depan, Lelang 2026?
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Triono Junoasmono menyebutkan bahwa pembangunan tol Puncak 2 tengah masuk tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) dengan target penyelesaian tahun 2025.
Dia menyatakan, Tol Puncak 2 akan langsung dilelangkan setelah studi kelayakan selesai. “(Tol Puncak) sedang memasuki FS. Kajiannya selesainya tahun depan. (Setelah itu, 2026 lelang?) Setelah itu dilelang,” ungkap Yongki, sapaan akrab Triono, di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024).
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membeberkan bahwa pembangunan tol Puncak 2 telah memasuki tahap pra studi kelayakan atau pre-feasibility study (FS) dan akan digenjot pembangunannya di periode Kepresidenan Prabowo Subianto.
Baca Juga
Raih Penghargaan CSR, Jasa Marga (JSMR) Aktif Berdayakan Petani di Sekitar Jalan Tol
“Masih studi, masih pra FS. Kita sudah tahu kebutuhannya. Belum masuk lelang, proyeksi nilai belum, masih dievaluasi dampak sosial ekonominya,” kata Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PU, Endra S Atmawidjaja kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2024) lalu.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2014-2024, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, rencana pembangunan Tol Puncak 2 yang dimulai dari Sentul hingga Taman Bunga akan digarap kabinet baru alias pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Ya, itu dulu kan direncanakan Tol Puncak 2 dari Sentul ke Taman Bunga. Nanti tinggal putusan kabinet (Prabowo-Gibran) saja,” kata Basuki saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024) lalu.
Baca Juga
Kementerian PU Sebut Pembangunan Tol Puncak Masuk Tahap Pra Studi Kelayakan
Tol Puncak akan terbentang sepanjang 52 km dan terbagi menjadi lima seksi. Tol Puncak akan terkoneksi dengan tol existing, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang akan disambung ke Cianjur.
Rencana pembangunan jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur telah disampaikan mantan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit. Pembangunan jalan tol tersebut diestimasikan menelan biaya awal sekitar Rp 24,37 triliun.
Selain Tol Puncak 2, menurut Basuki, pemerintah telah menyiapkan jalan alternatif melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) di kawasan Puncak untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun, Menteri PUPR tidak merinci lokasi IJD tersebut.
“Saya lupa daerahnya, bagus dan sudah mulai berkembang dengan (tempat) wisata-wisata seperti pondok–pondok. Bukan pondok pesantren, melainkan kafe-kafe,” ujar Basuki.
Pekerjaan konstruksi IJD Puncak yang membentang dari Jalan Sukamakmur-Sukawangi sepanjang 6,64 km menelan anggaran Rp 38,96 miliar.

