Pemerintah Kebut Studi Kelayakan LRT ke Bogor, Rampung Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rencana pemerintah memperpanjang jalur light rail transit (LRT) hingga Bogor pada tahun depan semakin konkret. Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi menyampaikan pihaknya bersama pemangku kepentingan tengah mengebut studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang ditargetkan selesai akhir 2025.
“Harapannya akhir tahun ini dapat selesai studi kelayakannya sehingga dapat mulai kita tawarkan feasibility study itu ke investor,” ujar Purnomosidi dalam media gathering di Menteng, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Pemerintah menilai perpanjangan jalur LRT Jabodebek menjadi langkah strategis untuk mendorong mobilitas masyarakat Jabodetabek sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Jika terwujud, jalur menuju Bogor diyakini akan memperkuat integrasi transportasi massal dengan moda lain, seperti kereta rel listrik (KRL) dan bus rapid transit (BRT).
Baca Juga
17-18 Agustus Naik MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta Cuma Rp 80
Seiring penyusunan FS, skema operasional LRT menuju Bogor juga dibahas. Menurut Purnomosidi, jumlah perjalanan kereta akan meningkat seiring kebutuhan mobilitas. Pada September mendatang targetnya mencapai 396 perjalanan setiap hari kerja.
Pembahasan juga mencakup skema pendanaan proyek melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). “Kami sekarang exercise untuk mengarah KPBU. Kami siapkan FS, calon investor mengharapkan FS, seperti apakah ini menguntungkan atau tidak, dilihat dari FS ini,” tuturnya.
Dukungan anggaran negara
Pemerintah telah menerbitkan surat jaminan atas fasilitas pinjaman senilai Rp 23,4 triliun (setara US$ 1,43 miliar) untuk percepatan pembangunan LRT Jabodebek. Dukungan ini tercatat dalam Buku II Nota Keuangan serta RAPBN 2026 sebagai bentuk komitmen memperkuat konektivitas dan menekan kemacetan di kawasan metropolitan.
“Dalam rangka percepatan penyelenggaraan LRT Jabodebek di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, pemerintah telah menerbitkan satu surat jaminan atas fasilitas pinjaman senilai Rp 23.419,1 miliar,” tulis dokumen tersebut.
Namun, pemerintah tetap menghadapi risiko fiskal dari skema ini. Risiko muncul jika PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI gagal memenuhi kewajiban pembayaran kepada kreditur. Dalam kondisi itu, pemerintah harus mengambil alih pembayaran.
Baca Juga
Saat ini LRT Jabodebek terus menunjukkan tren pertumbuhan. Pada semester I 2025, layanan ini mencatat 13.040.403 penumpang dengan rata-rata 61.511 penumpang per hari. Dari sisi finansial, pendapatan mencapai Rp 159,5 miliar sepanjang periode tersebut.
Jalur LRT lintas Cibubur saat ini mencakup Stasiun Dukuh Atas BNI, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran Bank BJB, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Harjamukti. Ekspansi ke Bogor diharapkan semakin memperluas jangkauan layanan sekaligus menjawab kebutuhan transportasi publik berkelanjutan.

