Teken Kesepakatan, Antam bakal Beli 30 Ton Emas per Tahun dari Freeport
JAKARTA, investortrust.id - PT Aneka Tambang (Antam) menandatangani kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (7/11/2024). Dalam kesepakatan ini, Antam bakal memborong 30 ton emas dari Freeport setiap tahun untuk periode lima tahun ke depan.
Direktur Utama Aneka Tambang Nicolas Kanter mengatakan, kesepakatan ini adalah wujud nyata program hilirisasi dan industrialisasi berbasis sumber daya alam yang merupakan 17 program prioritas dari pemerintah.
Baca Juga
Bahlil Targetkan RI Bisa Akuisisi 61,2% Saham Freeport Awal 2025
"So we have to be proud of what we have did today. Di dalam perjanjian ini, kita setuju untuk membeli sampai 30 ton emas Freeport," kata Nico Kanter di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Dengan kesepakatan berupa pembelian emas dari dalam negeri ini, Nico menerangkan, bisa tercapai penghematan devisi, karena biasanya pembelian emas bisa mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.
"Itu berapa ratusan triliun yang bisa kita save sebagai devisa negara. Kedua, emas ini nanti juga akan diekspor. Ketiga, kerja sama ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi antar anak perusahaan telah terjadi dengan baik,” ucap dia.
Sementara itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan, pabrik Freeport di Gresik siap memulai produksi emas batangan pada minggu kedua Desember 2024.
"PTFI pada dasarnya telah menyelesaikan precious metal refinery dan siap untuk memproduksi emas batangan. Itu akan mulai produksi di minggu kedua bulan Desember," ungkap Tony Wenas.
Disampaikan oleh Tony Wenas, total yang bisa diproduksi dari precious metal refinery tersebut kira-kira sekitar 50-60 ton bergantung dari kadar bijih yang ditambang. Semakin tinggi kadar bijihnya, semakin banyak produksi emas yang bisa diproduksi.
"Di samping itu, kami juga bakal produksi perak yang lebih dari 200 ton per tahun. Dan juga ada platinum metal group, yaitu platinum kira-kira sekitar 30 kilogram per tahun. Dan ada paladium sekitar 375 kilogram per tahun. Pabrik ini juga memproduksi mineral lainnya selenium dan bismut," beber Tony Wenas.

