Pemerintah bakal Luncurkan Insentif Industri Padat Karya, Termasuk Tekstil
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian berencana menerbitkan insentif untuk industri padat karya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung geliat industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
“Kebijakan yang akan didorong adalah kebijakan yang terkait padat karya dan supply chain industry tersebut,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Dia menjelaskan, dukungan terhadap industri TPT meliputi rantai pasok dari pabrik benang hingga pakaian jadi. Dengan luasnya komoditas yang dihasilkan, dibutuhkan insentif. “Ini akan didorong dan pemerintah akan menyiapkan insentif,” ucap dia.
Baca Juga
Bantah Bos Sritex, Mendag Tegaskan Permendag 8 Lindungi Perindustrian Tekstil
Salah satu insentif yang akan diberikan pemerintah untuk melindungi serbuan pakaian jadi dari luar, yaitu Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP). Pemerintah akan memproses aturan ini mengingat masa kedaluwarsa pada 11 November 2024.
“Ini (aturan BMTP) sedang diproses untuk diperpanjang sehingga supply chain dalam negeri akan terlindungi. Tetapi tentu yang orientasi ekspor dulu kita dorong supaya daya saingnya semakin tinggi,” ujar dia.
Salah satu potensi yang dimiliki Indonesia di sektor tekstil, kata Airlangga, yaitu pakaian jadi Tanah Air memiliki bahan baku rayon dan polyester. Dua bahan ini, kata Airlangga, banyak diproduksi industri lokal. “Jadi bukan berbasis kepada kapas (cotton)” tutur dia.
Baca Juga
Industri Padat Karya Kontraksi, Apindo Minta Insentif PPh 21 Pekerja Ditanggung Pemerintah
Selain sektor tekstil, dia mengatakan, industri padat karya yang mendapat insentifm yaitu mainan anak-anak dan makanan minuman (mamin) dengan kategori memiliki pekerja lebih dari 200 orang. Sektor ini akan mendapatkan kemudahan dalam restrukturisasi permesinan.
“Sektor-sektor ini diharapkan dengan adanya restrukturisasi, mereka bisa membeli permesinan yang energi lebih besar dan outputnya per unitnya bisa lebih besar,” papar dia.

