Menko Airlangga Pastikan Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat Tetap Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan satuan tugas (satgas) penurunan harga tiket pesawat tetap akan melanjutkan tugasnya.
Pada era Presiden Joko Widodo, Satgas tersebut dikoordinir oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
‘’Satgas (penurunan harga tiket pesawat) itu akan terus berlanjut, terutama terkait dengan tarif penerbangan domestik. Nah, itu tentu akan dirapatkan dengan Kementerian terkait yang masuk dalam Satgas yaitu Perhubungan dan juga Pertamina,'' kata Airlangga saat ditemui usai Konferensi Pers Pembahasan Usulan Program Quick Win Kementerian di Bidang Perekonomian, Jakarta, Minggu (3/11/2024).
Terpisah, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu kementerian yang menjadi anggota dalam task force itu juga tengah menggenjot penyelesaian pembahasan penurunan tarif pesawat domestik sebelum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. "Diusahakan ya, diusahakan. Kita maksimalkan,'' katanya.
Baca Juga
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menargetkan, harga tiket pesawat bakal resmi turun sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2024 ini.
Demikian disampaikannya usai konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
''Saya harapannya sebelum nataru sudah bisa dapat hasil (turun harga tiket) dari satgas,'' ucap Dudy, Rabu (30/10/2024).
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) periode Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan, harga tiket pesawat domestik bisa turun 10% pada Oktober 2024.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra mengatakan, dirinya sepakat apabila ada kejelasan mengenai keputusan pemerintah terhadap pajak yang dikenakan pada tiket pesawat tersebut.
“Sepakat saja (turun 10%). Hanya saja penurunan (harga tiket) yang diinginkan 10% itu penurunan atau penghilangan pajak (tarif pajak pertambahan nilai/PPN)? Ini kan area (pembahasan) di Kementerian Keuangan. Buat airlines (maskapai) pajak itu kan hanya lewat dari penumpang, lalu kita setor ke Dirjen Pajak (Kemenkeu),” ungkapnya saat dihubungi investortrust.id, Senin (23/9/2024) malam.
Perlu diketahui, pemerintah memastikan tarif PPN akan naik menjadi 12% pada awal tahun 2025. Pertimbangan kenaikan PPN tersebut sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara usai menggelontorkan belanja cukup besar pada saat pandemi.
Baca Juga
Gerak IHSG Diprediksi Fluktuatif Pekan Ini, 6 Saham Layak Pantau!
Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD pada Selasa (11/6/2024).
Irfan pun membeberkan, sejak dibentuknya satuan tugas (satgas) penurunan harga tiket pesawat per Juli 2024, pihaknya hanya dilibatkan dalam satu kali diskusi bersama dengan regulator, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kemenparekraf.
“Satu ekosistem sebaiknya duduk bersama dan memikirkan bagaimana biaya-biaya bisa diturunkan. (Maskapai pernah dilibatkan dalam kajian ini?) Dilibatkan tapi baru sekali,” bebernya.

