Penyelesaian Mahalnya Harga Tiket Pesawat Bukan Hal Mudah, Erick Thohir: Kementerian BUMN Serius Mengatasinya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, untuk mengatasi persoalan mahalnya harga tiket pesawat domestik yang berdampak pada sektor pariwisata tak semudah membalikkan telapak tangan.
Menurut Erick, persoalan tersebut sangat kompleks lantaran berkaitan dengan aturan-aturan dari berbagai kementerian/lembaga. Tentunya, bukan hal yang mudah untuk melakukan sinkronisasi aturan-aturan tersebut.
"Kompleksitasnya tidak bisa dilihat sesederhana itu karena kalau kita mau membuat perubahan pasti aturannya atau kebijakannya yang selama ini mengikat kita itu harus lepas," katanya ketika ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2024).
Walaupun demikian, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN serius mengatasi persoalan mahalnya tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan sektor pariwisata yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dengan target 8% pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya tidak mau bicara terlalu detail, bahwa kita bersepakat, kemari makanya saya berkunjung juga ke Menteri Perhubungan (Dudy Purwaghandi), salah satu statement (pernyataan) saya juga mengenai pariwisata," ungkapnya.
Baca Juga
Menhub Dudy Targetkan Harga Tiket Pesawat Turun Sebelum Nataru 2024
Lebih lanjut, Erick menyebut Kementerian BUMN akan membentuk tim khusus dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengatasi persoalan yang melibatkan kedua kementerian tersebut. Tak terkecuali persoalan harga tiket pesawat.
"Kita akan membentuk tim bersama untuk memberikan solusi. Kalau dulu bicara satgas (satuan tugas) atau versi saya project management office (PMO) itu sama saja tujuannya. Untuk menselaraskan semua kebijakan untuk menjadi sebuah satu keputusan yang bisa memberikan solusi, termasuk tadi mengenai harga tiket," tuturnya.
Baca Juga
Erick menambahkan tim khusus yang dibentuk bersama dengan Kemenpar akan mulai bekerja dalam waktu dekat. Paling lambat, tim tersebut akan terbentuk dua pekan ke depan.
"Mungkin 1-2 minggu InsyaAllah nanti timnya sudah terbentuk dan sudah mulai bisa mereview segala kebijakan ataupun turunan dari kepada kebijakan untuk bisa diimplementasikan secara baik," pungkasnya.

