SKK Migas Klaim Pasokan Gas Bumi untuk Dorong Pengembangan Jargas Mencukupi
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pasokan gas bumi untuk program jaringan distribusi gas rumah tangga (Jargas) sangat mencukupi.
Head of Oil and Gas Commercialization Division, Rayendra Sidik menyampaikan, sektor hulu migas sejatinya tidak memiliki masalah ketersediaan pasokan jika pemerintah ingin mengakselerasi program jargas. Apalagi, pemanfaatan gas bumi untuk jargas ini baru 0,29% di tahun 2024.
“Jadi kalau tadi ditanya masih ada gasnya? Masih. Masih jauh ini,” kata Rayendra dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gotong Royong Membangun Jargas: Menguji Efektivitas Skema KPBU” di Artotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
PGN Sebut Program Jargas Beri Manfaat dan Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Rayendra menerangkan bahwa terdapat kurang lebih sekitar 900 lapangan gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Maka dari itu, dia tidak khawatir akan terjadi kekurangan pasokan gas bumi.
“Kalau lapangannya banyak. Kita ada kurang lebih 120 wilayah kerja yang beroperasi. Totalnya mungkin bisa lebih. Katakanlah satu wilayah kerja punya 4 atau 5 lapangan,” jelas dia.
Kendati demikian, Rayendra menyebutkan bahwa yang menjadi persoalan dalam pengembangan jargas ini sebetulnya bukan dari sisi hulu, melainkan ketersediaan infrastrukturnya. Sebab, pasokan gas tersebut perlu dialirkan ke berbagai wilayah menggunakan pipa transmisi.
“Infrastrukturnya saja yang belum siap. Kalau enggak, mungkin kita bisa mengalirkan lebih banyak,” kata Rayendra.
Baca Juga
Bahlil Tetapkan Jargas Jadi Top 3 Program Prioritas di Subsektor Migas, Ini Alasannya
Sebelum ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait dengan percepatan pembangunan proyek pengembangan jargas.
Menurut Bahlil, adalah hal yang penting program pembangunan pipa transmisi jargas dibiayai oleh pemerintah melalui APBN. Sebab, jika proyek ini digarap oleh pihak swasta murni, maka akan sulit untuk mendapatkan harga gas yang semurah mungkin dan terjangkau bagi masyarakat nantinya.
“Saya sudah minta kepada Menteri Keuangan kemarin. Ini pipa-pipa ini kita harus bangun sebagai jalan tol. Supaya biaya yang kita berikan kepada rakyat untuk membeli gas itu terjangkau,” ucap Bahlil.

