KAI dan Pemkot Bekasi Bakal Bangun Kawasan TOD di Bekasi Barat
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bekerja sama dengan pemerintah kota (Pemkot) Bekasi akan membangun kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah stasiun light rail transit (LRT) Bekasi Barat.
Hal itu dikatakan Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi saat menerima kunjungan Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad di Kantor Divisi LRT Jabodebek, Jakarta.
''Dengan terwujudnya TOD Bekasi Barat, kami berharap dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendukung pengurangan emisi dan pencemaran lingkungan,'' kata Purnomosidi dalam keterangan pers, dikutip Rabu (30/10/2024).
Sebagai informasi, pertemuan ini mencakup sejumlah pembahasan penting, di antaranya pemenuhan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2023 yang memberikan peran bagi KAI dalam pengelolaan sarana dan prasarana LRT, termasuk pengembangan kawasan TOD.
Baca Juga
Dikunjungi Wapres Gibran, Proyek LRT Jakarta Garapan Waskita (WSKT) Ditargetkan Beroperasi 2027
Selain itu, lanjut Purnomosidi, KAI juga berkomitmen untuk menyusun kajian yang akan mendukung penyusunan panduan rancang kota dengan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan terkait kawasan TOD, khususnya di Bekasi Barat.
Purnomosidi menambahkan, pihaknya juga membahas sinergi antara BUMN dan BUMD yang akan diperkuat melalui model kerja sama Business to Business (B2B) guna mendukung keberhasilan pengembangan kawasan TOD.
''Pemkot Bekasi juga telah membentuk tim kerja khusus yang akan memastikan koordinasi dan percepatan pembangunan TOD Bekasi Barat,'' imbuhnya.
Ia pun berharap kawasan TOD Bekasi Barat dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan integrasi transportasi, perkantoran, hunian, dan fasilitas publik lainnya, yang akan meningkatkan efisiensi perjalanan dan mendorong pola hidup yang lebih aktif dan berkelanjutan.
Baca Juga
MTI Sebut Perlu Biaya Rp 21,4 Triliun untuk Tutup Perlintasan Sebidang Kereta Api
“LRT Jabodebek berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga membentuk ekosistem transportasi berbasis TOD yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas hidup yang lebih baik dalam lingkungan yang terpadu dan efisien,” tutup Purnomosidi.

