RUPTL Jadi Fokus Menteri Bahlil agar Investasi Subsektor EBTKE Bisa Melesat
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyampaikan, saat ini yang menjadi perhatian besar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, adalah meningkatkan investasi di subsektor EBTKE.
Eniya mengungkapkan, pasalnya dibutuhkan investasi yang besar, yaitu sekitar US$ 14 miliar, untuk meningkatkan bauran EBT nasional. Maka dari itu, kemudian diterbitkanlah Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 11 Tahun 2024 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan dengan harapan bisa mendongkrak investasi.
“Permen kita kemarin yang No. 11/2024 adalah debottleneck dari investasi ini. Karena sebelumnya isu TKDN menjadi isu krusial yang menghambat investasi, sehingga kita sudah keluarkan peraturan baru mengenai Permen tentang TKDN proyek EBT,” ujar Eniya di kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Baca Juga
Pasokan Listrik EBT Terus Bertambah, Terbaru PLN Siapkan Operasikan PLTA Ini
Diungkapkan oleh Eniya, sebelum Permen No. 11/2024 itu keluar, realisasi investasi subsektor EBTKE di tahun 2024 ini mencapai US$ 580 juta. Sedangkan target investasi di tahun 2024 ini sebesar US$ 1,23 miliar. Dia pun optimistis ini akan bisa terakselerasi setelah diterbitkannya Permen tersebut.
“Investasi ini saya yakin akan increase masuk. Capaian kita yang seharusnya bisa kita peroleh US$ 14 miliar, tapi di sini target masih US$ 1,23 miliar, karena selama ini RUPTL gak tercapai. Makanya RUPTL jadi perhatian besar Pak Bahlil untuk segera dibahas karena memang target-target RUPTL ini gak tercapai,” jelas Eniya.
Menurutnya, saat ini tambahan kapasitas untuk pembangkit listrik EBT mengalami pertumbuhan. Karena dengan adanya Permen ESDM No. 11/2024 ini nantinya pembangkit listrik tenaga hidro, surya, bioenergi, panas bumi akan bisa meningkat.
Baca Juga
Butuh Investasi US$ 14,2 Miliar untuk Tingkatkan Kapasitas Listrik EBT Jadi 8,2 GW
Sebagai informasi, realisasi penambahan kapasitas PLT EBT hingga Agustus 2024 mencapai 241,1 megawatt (MW) atau 73,7% dari target 326,9 MW. Eniya memproyeksikan ada tambahan kapasitas pembangkit EBT hingga 650,99 MW dengan nilai investasi US$ 580 juta atau 46,8% dari target 2024 sebesar US$ 1,23 miliar.

