Anggaran Rp 5 Triliun, Begini Strategi Kementerian PKP Kejar Target 3 Juta Rumah per Tahun
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2025 untuk mengejar target pembangunan tiga juta rumah satu tahun hanya sebesar Rp 5,078 triliun.
Dia merinci, anggaran sebesar Rp 5 triliun itu terdiri dari, Rp 3,53 triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun) baru maupun lanjutan dari proyek tahun jamak (multi years contract/MYC), kemudian program padat karya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau “Bedah Rumah” sebesar Rp 747 miliar untuk 34.289 unit.
Selanjutnya, pembangunan rumah khusus (rusus) baru maupun lanjutan (MYC) sebesar Rp 105 miliar, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) sebanyak 10.550 unit sebesar Rp 121 miliar untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Tinjau Rusun Pasar Rumput, Menteri Maruarar: Prioritaskan Rusun bagi Rakyat Kecil
“Bayangkan ini anggaran kami, Rp 5 triliun diminta membangun tiga juta rumah (setahun). Buat IKN untuk tahun 2025 sekitar Rp 1,2 triliun. Nah, (tahun) 2024 dikasih dana Rp 14 triliun. Tapi yang terbangun berapa? 200 ribuan,” papar Ara, sapaan akrab Maruarar, saat diskusi program 3 juta rumah yang diselenggarakan Kementerian PKP di Auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024).
Maka dari itu, Ara menekankan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para stakeholders terkait mengenai pengentasan backlog perumahan atau hunian masyarakat dengan konsep “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat.”
“Kita mesti hitung dulu (alokasi anggarannya, red), itu baru usaha, itu kan ide saya, kemauan saya. Saya percaya konsep ini pro-rakyat. Saya mesti meyakinkan teman-teman (kementerian) yang lain setuju dengan konsep ini, tapi mudah-mudahan teman-teman yang lain setuju juga dan cepat mengambil keputusannya,” lugas dia.
Tak hanya itu, menurut Ara, pengentasan backlog perumahan dengan menggenjot target tiga juta rumah dalam setahun ini memerlukan banyak dukungan tak hanya dari stakeholder namun juga dengan para investor dan pengembang (developer) untuk benar-benar turut andil dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
Baca Juga
“Saya nggak bisa sendiri, nggak ada superman, yang ada super team. Saya mohon, bapak-bapak (pengusaha) dari yang paling kecil, sedang, besar, yuk bantu saya mengurus rakyat kita. Kalau kita mau aman juga harus ada pemerataan. Kalau kita mau hidup aman di Indonesia ini jangan ada kesenjangan terlalu besar,” tambah Ara.
Sebelumnya, Kementerian PKP berkomitmen akan mengebut program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto di Januari 2025. Demikian disampaikan Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah usai rapat perdana bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait beserta jajaran Kementerian di Kantor Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Jakarta Selatan.
“Menjelang akhir tahun (2024) kita selesaikan sisa dari pembangunan rumah yang ada, kami coba push sekuat-kuatnya berapa yang bisa kita capai dari sisa pekerjaan Kementerian sebelumnya. Nanti di bulan Januari tahun 2025, kita mulai dengan mengejar target 3 juta per tahun,” ungkap Fahri saat ditemui awak media, Selasa (22/10/2024) malam.

