Intip Strategi Kementerian PKP Kejar Target KPR Subsidi di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus berupaya mengejar target realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) hingga 273.200 unit rumah pada akhir 2025.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dilakukan karena mayoritas penerima manfaat KPR FLPP berasal dari kalangan karyawan pabrik.
Baca Juga
Pertemuan & Simposium Perumahan “Warisan Bangsa” Hadirkan Antusiasme 1.380 Peserta
“Tim kami bersama tim BP Tapera keliling ke daerah industri. Selain itu, kami juga banyak hadir di talkshow televisi untuk menyampaikan informasi program KPR FLPP melalui berbagai kanal,” kata Sri di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Senin (22/9/2025).
Berdasarkan data BP Tapera, hingga saat ini penerima manfaat KPR FLPP telah mencapai 178.060 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 133.985 unit diserap oleh pegawai swasta yang telah melaksanakan akad kredit.
Selanjutnya, segmen wiraswasta tercatat sebanyak 22.889 unit, pegawai negeri sipil (PNS) 12.413 unit, TNI/Polri 3.527 unit, dan segmen lainnya sekitar 5.246 unit.
Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target program 3 juta rumah pada 2025 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 yang telah diundangkan pada 30 Juni 2025.
Mengacu beleid tersebut, pemerintah menargetkan rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan sebesar 67%, dengan jumlah rumah tangga yang difasilitasi mencapai 314.124 unit per tahun.
Baca Juga
Jika Habis Terserap, Danantara Akan Tambah Anggaran untuk KUR Perumahan Hingga Rp 250 T
"Pembangunan rumah baru ditetapkan sebanyak 476 unit, sementara rumah tidak layak huni yang ditingkatkan kualitasnya mencapai 38.504 unit. Selain itu, pemerintah juga menargetkan penyediaan hunian vertikal, baik rumah susun sewa (rusunawa) maupun rumah susun milik (rusunami), sebanyak 1.944 unit per tahun," tulis Perpres 79/2025 itu.
Adapun, Prabowo menargetkan realisasi fasilitas pembiayaan perumahan melalui KPR FLPP kepada 273.200 kepala keluarga (KK) hingga akhir 2025. Sementara itu, penanganan kawasan permukiman kumuh dilaksanakan secara terpadu seluas 177,84 hektare (ha) per tahun.

