Kemenhub Sebut Revitalisasi Stasiun Tanah Abang Tahap I Rampung Februari 2025
DEPOK, investortrust.id – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan, proyek pengembangan atau revitalisasi Stasiun Tanah Abang tahap I akan rampung pada Februari tahun 2025.
“Nanti di awal Januari (2025), kami akan proses sertifikasi pengujian laik fungsi dan yang lain-lain. Mudah-mudahan Februari (2025) sudah bisa sepenuhnya melayani (penumpang). Untuk yang tahap pertama ini ya,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono saat ditemui di Stasiun Pondok Rajeg, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2024).
Sebagai informasi, proyek revitalisasi Stasiun Tanah Abang dibagi menjadi tiga tahapan, di mana pada tahap I telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 380 miliar.
Ferdian juga menambahkan, revitalisasi Stasiun Tanah Abang tahap II dan III akan ditargetkan selesai hingga tahun 2028. Namun demikian, ia belum dapat merincikan anggaran yang harus dialokasikan pada proyek pengembangan kedua tahap tersebut.
“Penyelesaian di Detail Engineering Design (DED) dulu, setelah itu pengajuan penganggaran. Ya mudah-mudahan semua (tahapan pembangunan) bisa terkejar. Mudah-mudahan kami bisa mengejar di 2028 untuk bisa menyelesaikan sampai dengan tahap ultimate-nya,” ungkap dia.
Baca Juga
Kemenhub Gandeng BUP Swasta Kelola 2 Pelabuhan Sulteng, Nilai Investasinya Capai Rp 5,31 Triliun
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan pengembangan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, dapat dilakukan soft launching pada awal Oktober 2024.
“Kami akan upayakan soft launching ini pada awal Oktober,” kata Budi Karya kepada wartawan di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/9/2024) lalu.
Kemenhub bersama Pemerintah Provinsi Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengembangkan Stasiun Tanah Abang menjadi pusat transit-oriented development (TOD) guna meningkatkan pelayanan kepada penumpang.
Pelaksanaan fisik konstruksi pengembangan Stasiun Tanah Abang telah berjalan dan ditargetkan selesai akhir tahun ini untuk menaikkan tingkat pelayanan kepada penumpang di Stasiun Tanah Abang, baik dari sisi kemudahan, kenyamanan maupun aksesibilitas.
Proyek peningkatan dan pengembangan yang dilakukan antara lain pembangunan stasiun baru, penambahan jalur kereta dari empat menjadi enam jalur, penambahan peron dari dua menjadi empat, dan penataan fasilitas integrasi antarmoda.
Dengan penambahan dua jalur baru, pergerakan pada waktu headway khususnya pada lintas Serpong dapat mencapai tiga menit dari sebelumnya tujuh menit. Di samping itu, pengembangan Stasiun Tanah Abang ini bisa meningkatkan kapasitas tiga kali lipat, dari 100.000 menjadi 300.000 penumpang per hari.
Baca Juga
Kemenhub Ungkap Potensi Pelabuhan Sorong Jadi Pintu Masuk Barang Impor 7 Komoditas
Adapun ruang lingkup pekerjaan dari masing-masing pihak yaitu Kemenhub membangun gedung stasiun baru dan jalan kereta api, fasilitas operasi KA seperti rel hingga persinyalan, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atas jalur KA. Kemudian, Pemprov Jakarta membangun pelebaran jalan dan fasilitas integrasi antarmoda.
Sedangkan KAI membangun area parkir serta penataan e-ticketing, pembangunan plaza dan halaman stasiun, serta fasilitas intermoda dan kanopi.
Stasiun dibangun dengan luas bangunan utama 12.000 meter persegi, serta bangunan dua lantai, yang dilengkapi dengan bangunan komersil dan fasilitas pendukung serta fasilitas disabilitas.
Pengembangan Stasiun Tanah Abang dilakukan pengembangan agar lebih luas dan mampu menampung banyak orang yang menggunakan layanan transportasi kereta.

