Komisaris VKTR Harap Pemerintahan Prabowo Konsisten dalam Kebijakan Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Komisaris PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Lord Sarfraz Aamer Ahmad meminta kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto untuk konsisten dalam penerapan kebijakan kendaraan listrik. Hal ini dinilai penting demi mendukung komitmen Indonesia dalam transisi energi untuk menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Indonesia telah mengalami peningkatan yang luar biasa selama satu dekade terakhir dengan kepemimpinan Presiden Jokowi. Sementara itu, komitmen untuk transisi energi dan jalan ke Net Zero telah sangat kuat dan bisa dirasakan. Di seluruh dunia, banyak pemerintah yang maju dan mundur terkait hal elektrifikasi. Namun, Indonesia sangat konsisten,” ujar Lord Sarfraz saat diwawancarai investortrust.id di kantor investortrust.id, Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Menurut Lord Sarfraz yang juga merupakan anggota aktif House of Lords di Parlemen Inggris, prospek pasar kendaraan listrik dinilai sangat bagus, terbukti dari masyarakat Indonesia yang sangat menerima bus listrik. Ia berharap dengan adanya transisi pemerintahan di Oktober ini, konsistensi dalam kebijakan terkait kendaraan listrik tetap dilanjutkan.
Baca Juga
Apabila konsistensi tersebut bisa dijaga, Lord Sarfraz memperkirakan bisa ikut memberikan efek positif dan peluang bagi VKTR untuk berkembang pesat. Ia mengatakan, VKTR hadir 2,5 tahun yang lalu sebagai pemain besar di industri electric vehicle (EV), khususnya dalam bus dan truk.
“Dan kita mulai dengan armada dari satu titik ke titik yang dilalui, kita bisa mengisi listrik di sana, jauh lebih mudah. Dan kita butuh dukungan sektor publik seperti Transjakarta dan lain-lain agar armada-armada ini bisa berjalan. Itu sudah berlaku selama beberapa tahun. Kita bisa melihat bus berjalan di Jakarta,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa saat ini publik dapat memanfaatkan potensi dari elektrifikasi melalui kendaraan umum listrik seperti bus yang tersedia di sepanjang kota.
“Jadi, dari pada membeli Tesla yang mahal, yang relatif mahal bagi konsumen di seluruh dunia, kita ingin kendaraan elektrik tak hanya terkoneksi ke sejumlah kalangan saja,” pungkasnya. (CR-4)

