Di Tengah Kenaikan Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid, Begini Prospek Saham Astra International (ASII)
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham PT Astra International Tbk (ASII) di tengah belum pulihnya penjualan otomotif nasional hingga Agustus 2024. Rekomendasi ini menggambarkan kesuksesan perseroan memasarkan produk hybrid.
Berdasarkan data Gaikino, penjualan mobil hybrid electric vehicle (HEV) bertumbuh sebanyak 23,1% menjadi 6.099 unit pada Agustus (month to month/mom). Produk hibrida yang paling laris adalah Innova Zenix Hybrid dengan 3.759 unit. Suzuki XL7 mild hybrid menempati peringkat kedua dengan 762 unit, lebih dari dua kali lipat penjualan bulan Juli.
Baca Juga
Kena ‘Prank’ FTSE Global, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp 163,5 Triliun Hanya Hitungan Detik
Sedangkan Alphard Hybrid dan Yaris Cross Hybrid dari Toyota menyusul, masing-masing menjual 444 dan 327 unit. Suzuki Ertiga Hybrid berada di urutan kelima dengan 209 unit. Khususnya, GWM Tank 500 yang baru memasuki 10 hibrida teratas, menjual 51 unit dan melampaui Toyota Vellfire Hybrid, yang terjual 32 unit.
“Berlanjutnya peningkatan volume penjualan kendaraan hybrid PT Astra International Tbk (ASII) bisa menjadi sentiment positif bagi kinerja dan saham perseroan,” terang Analis Mirae Asset, Christopher Rusli dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Terkait pertumbuhan penjualan mobil battery electric vehicle (BEV) di Indonesia, Gaikindo mencatatkan kenaikan 23,9% dari 4.310 menjadi 5.290 unit. Rusli mengatakan, lonjakan ini sebagian besar disokong produk merek China, BYD, dan menjadi pemimpin pasar mengungguli Wuling, Hyundai, dan Chery. Model BYD, termasuk Seal, Atto 3, dan Dolphin, memimpin penjualan, dengan Seal menjual 1.251 unit. BYD M6 yang berorientasi keluarga juga berkontribusi dengan 312 unit.
“Secara kumulatif, volume grosir BEV di Indonesia mencapai 23.200 unit dari Januari hingga Agustus 2024, angka ini tumbuh 181%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” tulisnya.
Capaian tersebut, terang dia, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mempercepat transisi ke kendaraan listrik (EV) tahun 2030 untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan manfaat ekonomi.
Baca Juga
Astra International (ASII) Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Dunia 2024 Versi TIME
Dengan target sebanyak 13 juta kendaraan roda dua listrik dan 2 juta kendaraan roda empat listrik pada tahun 2030. Untuk mencapai hal ini, pemerintah bekerja untuk meningkatkan ketersediaan EV, keterjangkauan, dan infrastruktur.
“Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan peringkat overweight untuk sektor otomotif meskipun penjualan Juli dan Agustus yang lebih rendah dari yang diantisipasi tahun ini,” kata Christopher.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli saham ASII dengan target harga Rp 6.050 per saham. Harga target ini sudah mempertimbangkan target penjualan mobil 2024 secara nasional konservatif sebesar 852.000 unit.
Grafik Saham ASII

