PUPR Beberkan Pagu Anggaran Infrastruktur Rp 1.315,47 Triliun Selama 10 Tahun Era Jokowi
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan, total pagu anggaran yang dibutuhkan selama 10 tahun era Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) sebanyak Rp 1.315,47 triliun.
Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2024).
Dalam paparannya, pagu senilai Rp 1.315,47 triliun tersebut terdiri dari Rp 408,76 triliun untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Rp 571,38 triliun untuk Ditjen Bina Marga, Rp 223,28 triliun untuk Ditjen Cipta Karya, serta Rp 94,77 triliun untuk Ditjen Perumahan.
Sebagai informasi, pagu Ditjen SDA pada periode kedua Jokowi sebesar Rp 236,78 triliun atau naik 37,67% dari pagu periode pertama Jokowi yang sejumlah Rp 171,98 triliun. Selain itu, pagu Ditjen Bina Marga pada periode kedua Jokowi sebesar Rp 324,64 triliun naik 31,56% dari pagu periode pertama Jokowi yang sejumlah Rp 246,75 triliun.
Baca Juga
10 Tahun Kepresidenan Jokowi, Cek Proyek Infrastruktur yang Terselesaikan
Lebih lanjut, pagu Ditjen Cipta Karya pada periode kedua Jokowi sebesar Rp 126,93 triliun atau naik 31,74% dari pagu periode pertama Jokowi yang sejumlah Rp 96,35 triliun. Lalu, pagu Ditjen Perumahan pada periode kedua Jokowi sebesar Rp 49,73 triliun atau naik 10,41% dari pagu periode pertama Jokowi yang sejumlah Rp 45,04 triliun.
Adapun kenaikan pagu anggaran tersebut dikarenakan adanya pembangunan ibu kota baru di wilayah Kalimantan Timur, yakni Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kalau Cipta Karya, (pagu) dia besar sesudah (pembangunan) IKN, kalau sebelumnya segini (Rp 96,35 triliun). Jadi ada tambahan di IKN sendiri hampir Rp 30 triliun untuk Cipta Karya. Perumahan juga, nambahnya Rp 4 triliun, ini kan ada IKN di sini,” ungkap Endra.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian PUPR telah menuntaskan sejumlah pembangunan infrastruktur di era Kepresidenan Jokowi sepanjang 2014-2024.
Dua Peran Utama Infrastruktur
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, terdapat dua peran utama infrastruktur. Pertama, infrastruktur sebagai sarana produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi, seperti jalan, jalan tol, energi, dan bendungan.
Kedua, lanjut dia, infrastruktur sebagai pemenuhan layanan dasar, seperti penyediaan air minum, jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, dan irigasi. “Infrastruktur dasar sendiri merupakan modal penting untuk mendukung infrastruktur perekonomian,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.
Di bidang sumber daya air, menurut Basuki, Ditjen SDA Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan 53 bendungan dari 61 unit bendungan yang dibangun.
Baca Juga
PUPR Akui Realisasi Pemantapan Jalan Nasional hingga Kabupaten di Bawah Target
Adapun bendungan yang telah selesai di antaranya adalah Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Kuningan.
“Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tambah Basuki.
Seiring dengan pembangunan bendungan, Ditjen SDA juga telah membangun 1.228.440 hektare (ha) jaringan irigasi dan merehabilitasi 4.647.547 ha jaringan irigasi. “Kementerian PUPR juga menyelesaikan 1.371 embung, 493 buah pengendali sedimen dan lahar, 2.154 km pengendali banjir dan pengaman Pantai,” papar Basuki.
Di bidang konektivitas, lanjut Basuki, pihaknya bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyelesaikan 2.432 km pembangunan jalan tol. Salah satunya yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi adalah Jalan Tol Stabat-Tanjung Pura dan Tol Tebing Tinggi-Serbelawan-Sinaksak sepanjang 72 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.
“Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” imbuh dia.
Di samping itu, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR juga telah merampungkan 5.999 km pembangunan jalan baru, 125.904 m pembangunan jembatan, 583 buah jembatan gantung dan 27.673 m pembangunan flyover maupun underpass. “Salah satu flyover yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo adalah Flyover Djuanda sepanjang 858 meter di Sidoarjo, Jawa Timur,” ujar Basuki.
Sedangkan di bidang permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR telah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 36.380 liter per detik, sehingga akses air minum layak mencapai 93% dari total populasi.
“Kemudian, penanganan kawasan permukiman 94.321 ha, penanganan sampah dan sanitasi 13,7 juta kepala keluarga (KK), sehingga akses sanitasi layak mencapai 82% dari total populasi. Kemudian pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di 15 kawasan, serta pembangunan, rehabilitasi atau renovasi sarana pendidikan, olahraga, dan pasar 5.939 unit,” jelas Basuki.
Hingga Rabu (2/10/2024), Presiden Jokowi telah meresmikan tujuh PLBN senilai Rp 1,34 triliun. Adapun PLBN Terpadu tersebut yakni PLBN Napan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan biaya Rp 128 miliar, dan PLBN Serasan di Natuna, Kepulauan Riau dengan biaya Rp 145 miliar.
PLBN Terpadu selanjutnya adalah PLBN Jagoi Babang Kalimantan Barat senilai Rp 226 miliar, PLBN Sei Nyamuk Kalimantan Utara (Rp 248 miliar), PLBN Labang Kalimantan Utara (Rp 210 miliar), PLBN Long Nawang Kalimantan Utara (Rp 243 miliar), serta PLBN Yetetkun Papua Selatan (Rp 146 miliar).
Terakhir di sektor perumahan, menurut Basuki, Ditjen Perumahan sudah membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah dengan kontribusi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui “Program Sejuta Rumah.”
Lebih lanjut, sebanyak 1,49 juta unit rumah melalui program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347 unit rumah khusus, dan 71.731 unit rumah susun.
“Rusun yang baru saja diresmikan adalah Rusun Universitas Muhammadiyah Sorong yang terdiri dari satu tower setinggi tiga lantai dengan 43 unit. Rusun ini mampu menampung 168 orang mahasiswa,” tutup Basuki.

