Permintaan Ruang Perkantoran Jakarta Melambat, Bahkan 2 Juta Meter Persegi Belum Terisi
JAKARTA, investortrust.id – Colliers Indonesia mencatatkan perlambatan pertumbuhan pasokan ruang perkantoran di wilayah Jakarta pada kuartal III-2024. Sedangkan sebanyak dua juta meter persegi ruang perkantoran masih kosong dari total pasokan 11 juta meter persegi.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyampaikan, pasokan ruang perkantoran kumulatif di Jakarta tercatat telah mencapai 11 juta meter persegi (m2) yang didominasi sekitar 70% di kawasan Central Business District (CBD) hingga kuartal III-2024.
Baca Juga
“Total office atau perkantoran komersial itu ada (suplai) hampir lebih 11 juta meter persegi dengan tingkat kekosongan hampir 2 juta meter persegi. Luas ruang kosong ini menjadi PR berat buat para pengembang perkantoran,” kata Ferry dalam virtual media briefing Property Market Outlook Q3 2024 melalui Zoom meeting, Rabu (2/10/2024).
Sebelumnya, Colliers Indonesia pernah memprediksi pasokan ruang kantor periode 2024 - 2026 diprediksi relatif stabil di angka 100.000 – 150.000 m2 per tahun. Namun demikian, realisasi kemungkinan di bawah target akibat masih besarnya luas ruang perkantoran yang belum tersewa di wilayah Jakarta.
Bahkan, Colliers Indonesia, salah satu gedung mixed-use Jakarta, yakni Indonesia 1 yang berlokasi di kawasan CBD Jakarta, berencana mengalihkan sebagian ruang gedung tersebut untuk hunian apartemen servis premium, dibandingkan rencana awal ruang kantor kelas premium.
Baca Juga
Survei: Harga Sewa Perkantoran CBD Jakarta Stabil, Rp 167.100 per M2 per Bulan
“Ada wacana, tidak semuanya ruangan gedung Indonesia 1 dijadikan jadi office. Kemungkinan (gedung Indonesia 1) akan menjadi apartemen, sehingga proyeksi suplai (hunian apartemen) yang masuk tahun 2026 bakal lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula,” papar dia.
Di sisi lain, Colliers mencatatkan tingkat hunian (okupansi) area perkantoran di kawasan CBD Jakarta relatif stabil di angka 73% pada kuartal III-2024 ini. Sedangkan di luar kawasan CBD hanya sekitar 70% saja.
Tarif Sewa Stabil
Meskipun pertumbuhan area perkantoran ini melambat, tarif dasar sewa selama tiga bulan terakhir (quarter-on-quarter/QoQ) relatif stabil. Dalam paparannya, Ferry menerangkan, tarif sewa perkantoran CBD rata-rata sebesar Rp 226.236 per m2. Sementara itu, tarif sewa perkantoran di luar CBD rata-rata sebesar Rp 158.979 per m2.
Baca Juga
Rusia sebut AS ‘Gagal Total’ dalam Penyelesaian Krisis Timur Tengah
Colliers Indonesia memprediksi, tarif sewa perkantoran di CBD Jakarta hingga akhir tahun 2024 rata-rata senilai Rp 231.362 per m2 dan luar kawasan CBD sekitar Rp 166.797 per m2.
“Permintaan ruang kantor yang berkualitas tinggi di luar kawasan CBD kemungkinan meningkat. Pemicunya adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan aktivitas bisnis yang menawarkan peluang bagi pemilik gedung (perkantoran) untuk menarik basis penyewa yang lebih beragam. Pengembangan ruang perkantoran juga terus tumbuh moderat dan menawarkan peluang untuk ekspansi di masa depan,” tutup Ferry.

