Realisasi Jargas Masih Jauh dari Target, PGN Minta Ini dari Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina Gas Negara (PGN) mengungkapkan bahwa saat mereka terus melakukan komunikasi dengan pemerintah selaku regulator untuk mendorong pengimplementasian program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa saat ini realisasi pembangunan jargas baru mencapai 993.120 sambungan rumah (SR). Angka itu masih cukup jauh dari target pembangunan 2,5 juta SR di tahun 2024.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, pemerintah sebetulnya menargetkan pembangunan jargas mencapai 4 juta SR. Namun, target tersebut diturunkan menjadi 2,5 juta SR hingga akhir 2024.
Baca Juga
PGN Akui Banyak Masyarakat Belum Mau Beralih ke Jargas karena Masih Ada Gas Melon
“Salah satunya dari tantangan itu kami butuhnya adalah bauran energinya. Jadi artinya pengaturan lebih lanjut, playing field-nya diatur mana yang akan dimasuki jargas, maka yang sudah jadi diarahi dulu. Jadi setidaknya ada pengaturan itu,” ujar Senior Expert Regional Sales SOR II PGN, Yudi Arianto kepada Investortrust, Selasa (24/9/2024).
Selain itu, Yudi pun menyebutkan bahwa PGN juga meminta dukungan dari sisi ketersediaan alokasi khusus untuk jargas, yaitu pasokan gas agar bisa memberikan insentif yang lebih sehingga PGN dapat menjalankan program jargas ini secara lebih masif.
“Terus ada juga kami minta dukungan dari sisi daerah, dukungan perizinan. Perizinan itu kan juga gak gampang ya, sekarang semua daerah masing-masing punya regulasi perizinan mekanisme yang berbeda-beda. Jadi itu juga jadi tantangan bagi kami,” beber Yudi.
Diterangkan oleh Yudi bahwa ada wilayah yang langsung bisa memberikan persetujuan untuk memasang jargas. Namun, ada juga yang mesti menunggu sampai setahun untuk perizinan tersebut.
Baca Juga
Jargas Diharapkan Kurangi Impor LPG hingga 83,5 Juta Kg per Tahun
Jargas sendiri merupakan nawa cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mewujudkan kedaulatan energi nasional. Bahkan, jargas masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Lampiran Perpres No. 58 Tahun 2017.
Tujuan program jargas sendiri adalah untuk mengurangi impor LPG. Sebelum ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan untuk konsumsi LPG sekarang kurang lebih sekitar 7 juta ton, sedangkan industri dalam negeri hanya mampu menghasilkan 1,9 juta ton.
“Hari ini devisa kita setiap tahun keluar kurang lebih sekitar Rp 450 triliun hanya untuk membeli minyak dan gas, untuk khusus LPG,” ungkap Bahlil.

